Dalam dua hari, IDF Israel bunuh dua pemuda Palestina

Pasukan pendudukan Israel menembak mati dua pemuda Palestina, hanya dalam dua hari, minggu ini, di kota al-Bireh dan Jenin.

Pada 21 Desember , Hekmat Abdul Aziz Musa, 22 tahun, dari desa Mirka, gugur setelah penjajah Israel lepaskan tembakan ke tangki bahan bakar kendaraannya di pos pemeriksaan militer Dothan, kota Jenin. Akibatnya, Hekmat dilahap si jago merah hidup-hidup akibat ledakan tangki bahan bakar kendaraannya, dan jasadnya disita oleh pasukan pendudukan Israel.

Pada 22 Desember , Muhammad Issa Abbas, 26 tahun, dari kamp pengungsi Al Am’ari di Ramallah, gugur setelah pasukan Israel menembaki dia di kota Al Bireh, Tepi Barat, saat serangan malam. Abbas mengalami luka parah setelah ditembak oleh pasukan. Dia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang mendesak dan untuk menyelamatkan hidupnya. Namun, dia diumumkan meninggal, beberapa jam kemudian.

Menyusul insiden tersebut, Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh meminta PBB dan kelompok hak asasi manusia untuk mengambil tindakan segera untuk menghentikan tingkah pasukan Israel di Tepi Barat yang ringan mengokang senjata.

Selain itu, Menteri Perang Pendudukan Israel Benny Gantz telah melonggarkan peraturan tembakan terbuka untuk pasukan Israel, yang memungkinkan mereka untuk melepaskan tembakan ke pelempar batu Palestina, seperti yang dilaporkan oleh Penyiar Publik Israel, Kan, pada 20 Desember.

Pasukan Israel telah membunuh ribuan warga Palestina di Wilayah Pendudukan selama bertahun-tahun, dan beberapa kelompok hak asasi manusia internasional mengatakan pasukan Israel telah menggunakan kekuatan berlebihan dalam menyerang dan menundukkan warga Palestina.

“Kebijakan [melepaskan tembakan] ini mencerminkan pengabaian mendalam terhadap kehidupan dan harta benda Palestina dan memungkinkan penggunaan kekuatan mematikan yang berkelanjutan, penting untuk memungkinkan Israel mempertahankan kendali kekerasannya atas jutaan orang Palestina,” kata kelompok hak asasi manusia Israel, B’Tselem.

sumber: Qudsnen

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *