Israel Bunuh Tiga Remaja Palestina dalam Tiga Pekan

Pasukan Israel membunuh tiga remaja Palestina di Yerusalem yang diduduki minggu ini.

Pasukan Israel membunuh dua remaja Palestina sehari sebelumnya. Tentara penjajah Israel menyerbu Abu Dis, sebuah desa di pinggiran Yerusalem,  berdasarkan praduga ada dua orang dari kota tersebut yang terlibat dalam pelemparan molotov ke pos militer.

Tentara menembaki Yamen Nafez Mahmoud Khanafseh yang berusia 15 tahun, membunuhnya. Orang kedua melarikan diri dari daerah itu.

“Pasukan Israel mencegah paramedis Palestina merawat Yamen, menembakkan tabung gas air mata ke ambulans saat mendekati tempat kejadian,” menurut penyelidikan lapangan oleh Defense for Children International-Palestine. Tidak ada konfrontasi antara tentara Israel dan Palestina pada saat itu, kata DCIP.

Yamen adalah anak ketiga yang dibunuh oleh pasukan Israel tahun ini, semuanya dalam rentang waktu tiga minggu.

Militer Israel menembak mati seorang bocah Palestina berusia 13 tahun bulan lalu. Selalu ada klaim manis mulut dari Israel, kali ini Israel mengklaim bahwa tentaranya “mengidentifikasi tiga tersangka yang tiba di lokasi di mana bom Molotov berulang kali dilemparkan ke kendaraan Israel baru-baru ini.”

Kurangnya kemarahan internasional atas kejahatan Israel mengeksekusi anak-anak menjadikan Israel seolah di atas angin, tak ada kecaman, senyap. Media arus utama telah memusatkan perhatian  pada warga sipil Ukraina yang menyiapkan bom molotov untuk digunakan dalam melawan invasi Rusia ke negara mereka, dan itu dianggap sebagai tindakan kepahlawanan.

Sebelumnya pada hari Minggu, polisi Israel menembak mati seorang warga Palestina berusia 19 tahun yang mereka tuduh menikam dan melukai seorang petugas di Kawasan Muslim Kota Tua Yerusalem, menurut Haaretz . Remaja itu diidentifikasi sebagai Karim Jamal al-Qawasmeh dari lingkungan al-Tur Yerusalem Timur yang diduduki. Sementara tubuhnya di tanah, tampaknya tak bernyawa, seorang petugas polisi Israel mendekatinya dan menginjaknya, menggerakkannya, mungkin untuk memastikan bahwa dia sudah mati.

sumber: electronicintifada

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *