Kemarahan Rakyat Palestina Meluas Setelah Pembunuhan Nablus

Warga Palestina mencurahkan kemarahan mereka dalam pawai-pawai yang digelar di Tepi Barat dan Gaza setelah pembunuhan tiga pemuda Palestina di Nablus oleh pasukan penjajah Israel.

Kejahatan itu terjadi di siang bolong (8/01) tanpa dihalau oleh salah satu dinas keamanan otoritas Palestina meski telah ada kesepakatan “koordinasi keamanan” dengan penjajah Israel sebelumnya. Sementara itu, pembunuhan juga terjadi bersamaan dengan pertemuan Dewan Pusat Palestina yang disinyalir sedang sibuk distribusi kursi.

Tak ayal, semua kejadian itu memancing kemarahan warga Palestina di media sosial. Orang-orang Palestina menganggap akun media sosial PA dan pejabat pemerintah sebagai tempat yang baik untuk mengekspresikan kemarahan mereka. Akun Ibrahim Melhem, Juru bicara pemerintah di Ramallah, menjadi salah satu sasaran kemarahan warga Palestina. Ia memposting belasungkawa disertai kecaman dan permintaan agar dunia Internasional lakukan intervensi pada kejahatan Israel. “Penyelidikan internasional atas kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh tentara pendudukan di kota Nablus,” tulisnya. Ribuan mengomentari postingan tersebut, mereka mengungkapkan kemarahan dan mencemooh otoritas Palestina yang sepakat lakukan koordinasi keamanan dengan Israel.

Disadur dari shehabnews, salah satu yang berkomentar pada postingan itu ialah Saeed Hamdan, ia berkata “Koordinasi keamananmu lah yang membantu penjajah membunuh mereka”. Komentar lain dari akun Ayman Khatib menuliskan “Penyelidikan akan menunjukkan bahwa kamu menerima informasi tentang keberadaan tiga pemuda agar tentara Israel membunuh mereka”.

Warganet lainnya, Muhammad Dweikat berkata “Saya meminta Anda membentuk komite investigasi lokal untuk menyelidiki kinerja Anda yang gagal menciptakan keamanan dan keselamatan bagi warga Palestina di manapun.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.