Laporan: Penjajah Israel Culik 1460 Warga Palestina Selama Kuartal Pertama 2022

Israel Occupying Force (IOF) atau biasa kita sebut Pasukan penjajah Israel mengeskalasi penawanan kepada masyarakat Palestina, yang bahkan telah menjadi kejahatan sehari-hari terhadap warga Palestina, ungkap The Palestine Center for Family Studies.

The Center memantau bahwa IOF menangkap 1.460 warga Palestina selama kuartal pertama tahun ini.

Laporan mereka menyatakan bahwa, sejak awal tahun ini, IOF terus menargetkan semua sektor dan kategori rakyat Palestina dengan penawanan dan pemanggilan.

IOF jelas meningkatkan penawanan di kota Yerusalem, di mana jumlah orang Palestina yang ditahan mencapai 560 kasus, jumlah tersebut merupakan 38% dari total penawanan di tanah pendudukan Palestina.

Laporan tersebut menggambarkan kebijakan penawanan sebagai upaya untuk membuat rakyat Palestina bertambah lelah dan sebagai instrumen represi yang digunakan oleh penjajah untuk memerangi rakyat Palestina dan mempengaruhi perlawanan mereka.

Penargetan anak-anak melalui penawanan, kurungan domestik dan denda paksa terus berlanjut selama tiga bulan terakhir, dengan 182 tawanan di antaranya merupakan anak-anak, yang sebagian besar berasal dari Yerusalem, beberapa di antaranya sakit dan membutuhkan perawatan medis terus-menerus. Kondisi ini jelas membahayakan nyawa mereka.

Tawanan termuda yang diculik oleh IOF adalah dua anak, Muhammad Sanqarat (usia 9) dan Dawoud Hijazi (usia 11), dari desa Al-Issawi, Timur Laut Yerusalem yang dijajah. Ada pula Qusa Wael Jadu (usia 11) dari kamp Aida di utara Betlehem, dan seorang gadis 14 tahun, Jenin Al-Salman, dari kota Negev.

Selama kuartal pertama, IOF memberlakukan kurungan domestik pada 34 anak dari Yerusalem yang ditawan untuk berbagai periode waktu, dan memaksa sebagian besar anak yang dijerat penjajah ini untuk membayar denda pembebasan mereka.

IOF menolak untuk membebaskan anak yang sakit di bawah penahanan administratif, Amal Nakhla dari Ramallah, dan memperbaharui penahanannya untuk keempat kalinya sehingga dia akan menjadi anak yang paling banyak menjalani penahanan administratif.

Pendudukan Israel sering melakukan kampanye penangkapan luas di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur.

LSM Palestina memperkirakan bahwa ada sekitar 4.500 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel, dengan sedikitnya 500 ditahan di bawah kebijakan penahanan administratif Israel tanpa tuduhan atau pengadilan.

[dalam gambar: penjajah Israel lemparkan surat panggilan penawanan kepada bocah Palestina usia 9 tahun]

Leave a Comment

Your email address will not be published.