Masjid Al-Aqsa Dibakar

21 Agustus 1969, Masjid Al-Aqsa dilahap si jago merah, membakar lebih dari sepertiga bangunan Masjid Al-Qibli.

https://www.middleeastmonitor.com/20170821-remembering-the-arson-attack-on-al-aqsa-mosque/

Syaikh Ikrimah Shabru, Imam Masjidil Aqsha, bercerita ketika pembakaran terjadi, Israel sengaja memotong saluran air ke areal Masjidil Aqsha sehingga pemadaman sulit dilakukan. Awak pemadam kebakaran pun dicegah untuk mencapai lokasi. Akhirnya, dengan menggunakan ember jamaah masjid bahu membahu memadamkan api yang terus menjalar.

Kalian tahu konsep “test the water”? Kalau mau berenang di danau, pasti kita ngecek kondisi airnya dulu kan. DIngin atau enggak, ada buaya atau enggak.

Nah, teknik “test the water” ini dilakukan untuk memancing reaksi publik sebelum menentukan kebijakan. Ada indikasi Israel seakan ingin menguji reaksi umat Islam melalui aksi pembakaran ini. 

Lihat saja apa kata Golda Meir, Perdana Menteri Israel saat itu :

“Hari terberat dalam pemerintahanku adalah hari pembakaran Masjidil Aqsha. Pada dini hari peristiwa pembakaran itu aku tidak bisa tidur semalam suntuk karena aku mengira bahwa bangsa Arab akan memasuki Palestina secara berbondong-bondong. Namun di pagi hari betapa aku merasa riang gembira karena tak terjadi apa-apa. Rupanya saat ini kami sedang menghadapi umat yang lelap tertidur.”

Tersangka pembakaran ini adalah Denis Michael Rohan, seorang turis beragama Kristen asal Australia, ditangkap 2 hari setelah pembakaran. Belakangan diketahuia bahwa ia merupakan Zionis Radikal.

Apa yang kemudian terjadi pada tersangka? Pengadilan Israel menjatuhkan vonis bebas dengan alasan Rohan melakukannya dalam keadaan hilang akal. (Pret!)

Lantas apa reaksi dunia?

Tragedi ini memberi dampak terhadap dunia internasional. Tapi seperti yang dikatakan Golda Meir, tidak menakutkan. PBB mengecam, namun tidak ada sanksi berarti.

Tragedi pembakaran ini menjadi cikal bakal berdirinya Organisasi Kerjasama Islam atau OKI. Organisasi internasional dengan 57 negara anggota yang memiliki seorang perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Mirisnya, kini beberapa anggota OKI justru melakukan normalisasi dengan Israel.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *