Normalisasi Hubungan Indonesia-Israel?

Benarkah arah politik luar negeri Indonesia mengarah pada terjalinnya hubungan diplomatik dengan Israel?

Israel sedang gencar lakukan normalisasi. Sudah ada 4 negara Arab yang sepakat membuka hubungan diplomasi dengannya, yakni Sudah, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Maroko.

Israel mulai aktif ya bund~

Ya dong, mumpung teman setia sekaligus mak comblangnya, Trump, belum lengser dari kursi presiden AS. Kapan lagi kan, dapet backingan yang full support gini.

Berhembus kabar bahwa Oman dan Indonesia siap jadi negara berikutnya yang lakukan normalisasi dengan Israel.

https://www.timesofisrael.com/saudi-arabia-said-to-have-played-role-in-israel-morocco-normalization-agreement/

Isu ini mencuat setelah 2 media Israel, The Times if Israel dan Jerusalem Post, memuat info anonim dari kalangan diplomatik.

Isu ini juga yang dibumbui dengan kabar soal Indonesia yang telah membuka layanan visa calling untuk Israel, sebuah layanan berupa pengajuan bisa elektronik kepada pemerintah Indonesia agar WNA dapat masuk ke Indonesia.

Layanan ini dibuka resmi melalui Ditjen Imigrasi, Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sejak November 2020 dan masih menuai protes.

Jadi, apakah laynan visa calling menjadi salah satu strategi soft-diplomation yang mengarah pada normalisasi?

Sebenarnya, sudah lama Indonesia dilirik sebagai target normalisasi. DIketahui, Netanyahu pernah bilang begini pada 2018 : “Indonesia is very, very important for us. It’s a very important country. It’s one of the last countries on earth that doesn’t have an open and robust relationship with Israel. Most countries do, we would like to have excellent relations with them.”

Kemlu RI menegaskan hingga saat ini Indonesia tidakmelakukan proses apapun terkait dengan normalisasi hubungan dengan Israel. Juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, menyatakan “Kemlu RI tidak melakukan langkah-langkah seperti yang dituliskan oleh media di atas, dan saya tidak tahu latar belakang tulisan tersebut. Pelaksanaan politik luar negeri yang dijalankan Kemlu dalam konteks konflik Palestina-Israel senantiasa berpegang pada amanat konstitusi.”

Hal senada juga ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri dalam press briefing virtual pada 16 Desember 2020. “Saya ingin menyampaikan dua hal. Pertama, hingga saat ini tidak terdapat niatan Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina berdasarkan two state solution akan tetap dilakukan” kata Retno Marsudi.

Jadi begitu, Kemlu secara resmi telah menampik bahwa Indonesua akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel. 

Kalau kamu gimana? Setuju jika Indonesia buka hubungan diplomatik dengan Israel?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *