Pengakuan Pelaku Pembantaian Palestina

74 tahun setelah Nakba Palestina, beberapa mantan tentara penjajahan mengakui apa yang telah terjadi di tahun kelam 1948. Tak mengejutkan, pengakuan itu persis seperti apa yang orang-orang Tantura ceritakan pada dunia selama ini. Mereka yang selamat dari pembantaian itu telah sejak dulu menceritakan tentang apa yang telah dilakukan tentara Israel di desa pesisir mereka, tapi dunia seolah tutup telinga.

Dalam sebuah wawancara dengan sejarawan Israel Adam Raz, diterbitkan oleh Haaretz kemarin (22/01), mantan tentara zionis mengakui kejahatan perang mereka, dan mengonfirmasi bahwa tempat parkir di Dor Coast Park di wilayah Tantura dijadikan kuburan massal para korban.

Sejarawan Adam Raz memulai laporannya tentang Tantura dengan mengutip Moshe Diamont, salah satu tentara Israel yang berpartisipasi dalam pembantaian itu: “Mereka telah diam dan membungkam masalah ini. Kita dilarang membicarakannya karena ini bisa mengungkap skandal besar,” kata Diamont melanjutkan “Ya, ini (pembantaian) terjadi. Apa yang harus dilakukan? Ini telah terjadi.”

Adam Raz juga menemukan fakta bahwa sebelumnya, sejarawan Katz tahu dan membawa kesaksian-kesaksian penting pada pembantaian Tantura, tetapi kesaksian-kesaksian itu sengaja disimpan, tidak diedarkan untuk publik, sehingga kesaksian itu hanya jadi bahan diskusi di antara para sejarawan saja. Adam Raz melanjutkan, mencatat apa yang baru, yang sekarang memungkinkan pengakuan ini terungkap: “Hari ini, ketika mereka berusia sembilan puluhan, sejumlah tentara unit Alexandroni mengakui bahwa mereka melakukan pembantaian di Tantura dan menggambarkan beberapa adegannya, dan disimpulkan dari mereka bahwa jumlah korban tewas jauh lebih tinggi daripada yang dikatakan tentara saat itu”.

Menurut kesaksian Diamont, setelah pembantaian berakhir, penduduk desa ditembak dengan senapan mesin oleh “orang biadab”. Dia melanjutkan, “Ketika saya mengajukan gugatan terhadap Katz, tentara yang berpartisipasi berpura-pura bahwa tidak ada yang aneh saat atau setelah pembantaian Tantura, mereka berkata kami tidak melihat atau mendengar. Padahal tentu saja, sebenarnya mereka semua tahu.”

Prajurit lain, Haim Lavin, bersaksi bahwa salah satu tentara zionis Israel maju menuju kelompok yang terdiri dari 15-20 tawanan Palestina dan membunuh mereka semua. Lavin mengatakan bahwa “insiden” itu membuat tubuhnya tidak stabil. Ia kemudian mengunjungi rekan-rekannya untuk memahami apa yang sedang terjadi. “Mereka bilang pada saya: kamu pasti gak nyangka berapa banyak yang dibunuh.”

Saksi lain, Micha Vitkin, menceritakan bahwa seorang perwira yang menjadi pejabat senior di Kementerian Keamanan membunuh satu demi satu orang Arab dengan pistolnya. Vitkin mengatakan bahwa dia melakukannya setelah warga Palestina ini menolak untuk mengungkapkan lokasi sisa senjata yang disembunyikan di desa Tantura.

Leave a Comment

Your email address will not be published.