Penggalian Ilegal Wilayah Al-Aqsha

Proses ekskavasi di area masjid Al-Aqsha, Palestina, terus dilakukan oleh zionis Israel sejak tahun 1967 hingga sekarang. Informasi ini disampaikan kembali oleh Heba Shehab, seorang pemudi asal Palestina. Saat itu, beliau menjadi salah satu pembicara webinar dalam rangkaian acara Al Aqsha Awareness Week (AAW) yang diselenggarakan oleh SMART171 (sebuah organisasi kemanusiaan) pada 28 Oktober 2020. Heba membedah film dokumenter yang berjudul Digging of Al-Aqsha.

Penggalian dilakukan sebagai upaya untuk mencari situs bersejarah yang dideskripsikan dalam kitab suci mereka dengan nama Haikal Sulaiman (kuil Sulaiman). Mereka mengklaim reruntuhan dari Haikal Sulaiman berada di bawah kompleks Al-Aqsha, yaitu dibawah Dome of the Rock yakni Masjid Kubatussakhrah. Hasil dari penggalian yang dilakukan oleh Israel adalah dibukanya jalur terowongan yang pada akhirnya hanya untuk menarik wisatawan dan hanya melemahkan pondasi bangunan Al-Aqsha.

Penggalian ini sifatnya tertutup, pemerintah Israel benar-benar merahasiakan proses penggalian. Bahkan, orang-orang yang berada di atas Al-Aqsha tidak tahu apa yang terjadi di bawah Al-Aqsha. Penggalian ini tidak dipublikasikan oleh pemerintah Israel, media pun tidak banyak yang memberitakan penggalian ini.

Banyak arkeolog yang dipekerjakan dalam penggalian ini, ada arkeolog muslim dan non muslim. Israel mengatakan kepada arkeolog bahwa terowongan itu merupakan situs bersejarah.

Heba mengatakan sudah banyak terowongan yang dibangun oleh Israel di bawah Al-Aqsha, yang boleh jadi, telah digunakan untuk ibadah masyarakat Yahudi. Heba pun menyampaikannya dengan menunjukkan foto-foto terowongan dan Sinagog yang ada di bawah Al-Aqsha.

“Kami sudah lama sudah lelah diperlakukan tidak adil. Israel tidak mengizinkan ibadah di Al-Aqsha, tidak diizinkan berada di Masjidil Aqsha. Ini sebuah tindakan kejahatan yang dilakukan terhadap masyarakat Palestina.” Ujar Syaikh Raed Shalah yang merupakan ulama besar Al Quds dalam film tersebut.

Masyarakat Palestina khawatir, cemas, dan takut mengenai penggalian yang dilakukan oleh Israel, dapat melemahkan fondasi Al-Aqsha dan Al-Aqsha bisa saja runtuh.

Heba mengatakan bahwa salah satu cara untuk membantu Palestina adalah dengan menyebarkan informasi atas kondisi dan perjuangan mereka. Upaya ini insya Allah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dunia bahwa masih terus terjadi penggalian di Aqsha.

oleh: Yani Nuraeni

sumber:

https://www.instagram.com/p/Cb4mGKEMINU/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

https://www.albawaba.com/news/jordan-israels-pilgrim-road-under-silwan-al-aqsa-illegal-1294408

Leave a Comment

Your email address will not be published.