Penjajah Israel Bunuh Perlahan 3 Tawanan Palestina 

Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan melaporkan pada Selasa, 4 Oktober 2022, bahwa penjara Israel terus mengabaikan keperluan medis untuk tawanan Palestina yang sakit, dan dengan sengaja mengabaikan rasa sakit mereka, terutama yang menderita masalah kesehatan serius dan mereka yang memiliki penyakit kronis.

Komisi mengatakan bahwa administrasi penjara Israel dengan sengaja melanjutkan kegilaan ini. Hal tersebut bertujuan membunuh tahanan Palestina secara perlahan, dengan mengabaikan penyakit mereka, merampas hak perawatan medis, dan menempatkan mereka dalam kondisi penahanan yang tragis, yang menyebabkan penyakit mendadak.

Laporan tersebut menunjukkan perincian status kesehatan tiga kasus medis tahanan Palestina yang ditahan di penjara Israel “Raymond dan Nafha”, dengan kondisi kesehatan yang sangat buruk, salah satunya adalah kasus tahanan Bilal Abu Ghanem (29 tahun), yang menderita sakit parah di punggung dan tulang rawan akibat pemukulan yang kejam oleh pasukan pendudukan Israel selama penangkapannya pada tahun 2015. Selain itu, dia terkena dua peluru, satu di kaki dan satu lagi di dada. Dia sangat perlu dirujuk ke dokter spesialis ortopedi untuk memberikan perawatan medis.

Adapun tahanan Issam Zain El-Din, 38, dari Nablus, yang saat ini berada di penjara “Nafha”, dia mengeluhkan alergi kronis pada kulitnya, yang telah dideritanya selama lebih dari sepuluh tahun, menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan. . Karena itu, ia sangat membutuhkan pemeriksaan medis. Namun, administrasi penjara pendudukan mengabaikan kondisinya, mengklaim bahwa ia harus hidup dengan kondisi kesehatannya.

Tahanan Palestina, Mansour Al-Khatib, dari Qalqilya, menderita wasir, yang menyebabkan dia mengeluarkan banyak darah, dan dia harus segera dipindahkan ke dokter spesialis dan menjalani operasi, tetapi administrasi penjara “Nafha” Israel sengaja menunda pemindahan dan pengobatannya.

Patut dicatat bahwa administrasi penjara pendudukan Israel mempraktikkan kebijakan pengabaian medis yang disengaja terhadap tahanan Palestina yang sakit di dalam penjara pendudukan dengan tujuan membunuh mereka secara perlahan dan menyiksa mereka secara psikologis dan fisik.

Leave a Comment

Your email address will not be published.