Ambulan Lumpuh, Krisis Bahan Bakar

Ambulan Lumpuh, Krisis Bahan Bakar

26 Jun 2025 - Berita

Layanan ambulans dan upaya penyelamatan darurat di Gaza berada di ambang kehancuran karena blokade Israel terus memutus pasokan bahan bakar, yang mengancam akan melumpuhkan operasi pertahanan sipil di tengah terus berlanjutnya korban massal akibat serangan udara.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, kekurangan bahan bakar yang parah sangat menunda evakuasi korban luka dari daerah yang terkena pemboman Israel dan menghambat pengambilan jenazah yang terjebak di bawah reruntuhan.

Dr. Fares Afaneh, kepala layanan medis di Gaza utara, memperingatkan tentang bencana kesehatan yang makin memburuk. Ia mengatakan layanan medis darurat kini beroperasi hanya dengan dua ambulans yang berfungsi setelah sebagian besar kendaraan mogok karena kelangkaan bahan bakar. Hanya enam kendaraan yang masih beroperasi di seluruh wilayah—empat di antaranya dipinjam—turun dari sepuluh sebelum perang.

Ia menambahkan bahwa pasokan solar yang tersisa hampir tidak cukup untuk menjaga kedua ambulans tetap beroperasi. Jam malam sangat buruk, karena hampir semua pergerakan terhenti, sehingga mempersulit respons darurat untuk persalinan, penyakit kronis, dan pasien lanjut usia.

Tekanan terhadap Bulan Sabit Merah Palestina telah menjadi sangat besar. Afaneh mencatat bahwa organisasi tersebut kini menerima lebih dari 200 panggilan darurat setiap hari—mulai dari cedera akibat serangan udara hingga kondisi medis kritis.

Karena ambulans tidak dapat menjangkau para korban, warga sipil terpaksa mengangkut yang terluka dan tewas menggunakan tuk-tuk dan kereta—sebuah gambaran yang menghancurkan dari keruntuhan kemanusiaan yang terjadi di bawah pengepungan dan pemboman Israel.

Juru bicara Bulan Sabit Merah Raed Al-Nems juga membunyikan alarm, memperingatkan bahwa ambulans dan layanan darurat akan segera lumpuh. Semua kendaraan bertenaga bensin sudah tidak beroperasi, dan 25 kendaraan bertenaga diesel yang tersisa berisiko berhenti total karena cadangan bahan bakarnya habis.

Ia menekankan bahwa krisis bahan bakar telah mulai membatasi kemampuan tim medis untuk menanggapi keadaan darurat, terutama karena serangan Israel meningkat di Jalur Gaza.

Al-Nems juga memperingatkan bahwa generator listrik yang diandalkan oleh stasiun ambulans dan fasilitas kesehatan mungkin akan segera mati, karena hampir semua aliran listrik telah diputus di seluruh Gaza.

Ia menggambarkan kondisi para tenaga medis sebagai sangat berbahaya dan menegaskan bahwa persediaan bahan bakar Bulan Sabit Merah yang tersisa hanya akan bertahan beberapa hari lagi. Ia meminta masyarakat internasional untuk segera turun tangan guna mengirimkan bahan bakar dan mencegah hancurnya layanan kesehatan yang menyelamatkan nyawa.

Al-Nems mengakhiri dengan mendesak para aktor global untuk menekan Israel agar mematuhi hukum humaniter internasional dan membuka koridor aman untuk bantuan kemanusiaan—terutama bahan bakar untuk ambulans dan pusat medis—sebelum bencana kesehatan skala besar terjadi.

Sejak 2 Maret, Israel telah memperketat blokadenya terhadap Gaza, menutup semua jalur penyeberangan dan menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan. Lebih dari dua juta warga Palestina kini menghadapi krisis kemanusiaan yang makin parah, ditandai dengan kelaparan ekstrem dan runtuhnya total infrastruktur vital.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!