Hari Ke-653 Genosida, Gaza Makin Sekarat

Hari Ke-653 Genosida, Gaza Makin Sekarat

20 Jul 2025 - Berita

Penjajah Israel melanjutkan serangan militer intensif ke Jalur Gaza untuk hari ke-653 berturut-turut, menyebabkan gelombang kematian dan kehancuran yang semakin besar terhadap warga sipil Palestina. Serangan udara, darat, dan artileri yang tak henti-hentinya memperburuk genosida yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023.

Menurut laporan rumah sakit di Gaza, sedikitnya 133 orang tewas sejak fajar Sabtu, termasuk 37 warga yang sedang mencari bantuan kemanusiaan dan tiga anak-anak yang meninggal akibat kekurangan gizi ekstrem.

Total korban tewas kini mencapai 58.765, sementara 140.485 orang lainnya mengalami luka-luka. Situasi kemanusiaan memburuk tajam, dengan dua juta penduduk Gaza menghadapi kekurangan makanan, air bersih, dan pasokan medis sejak seluruh penyeberangan perbatasan ditutup oleh Israel pada 2 Maret 2025.

UNRWA menyatakan mereka memiliki cukup stok makanan untuk mendukung penduduk Gaza selama lebih dari tiga bulan, namun Israel tetap memblokir akses distribusi. Akibatnya, kelaparan meluas, terutama di kalangan anak-anak.

Pihak kesehatan menyatakan 650.000 anak di Gaza mengalami kekurangan gizi, dengan 60.000 di antaranya berada dalam kondisi kritis karena kekurangan susu formula dan makanan bergizi dasar.

Serangan militer terus berlanjut di berbagai wilayah. Di utara kamp pengungsi Al-Bureij, artileri Israel menargetkan permukiman sipil. Di Kota Gaza, pasukan menghancurkan bangunan dan menembaki lingkungan Shujaiya dan Al-Tuffah. Di dekat waduk Sheikh Radwan, pesawat nirawak menjatuhkan bom yang menyebabkan korban sipil tewas dan terluka.

Wilayah lain seperti Gaza utara, Al-Zaytoun, dan timur Al-Bureij juga mengalami gempuran artileri dan pembongkaran rumah. Di tengah krisis ini, jurnalis Palestina Mohammad Abu Sa’da dilarikan ke Rumah Sakit Al-Shifa dalam kondisi kelaparan akut, mencerminkan skala penderitaan yang semakin tak tertahankan.

Lembaga-lembaga kemanusiaan terus menyerukan gencatan senjata segera dan akses bantuan yang bebas. Namun hingga kini, tidak ada tanda-tanda pelonggaran blokade atau penghentian serangan oleh Israel.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!