
IDF Membantai Pencari Bantuan, 20 Gugur, 200 Terluka
16 Jun 2025 - Berita
Dalam eskalasi perang Israel yang mengerikan di Gaza, pasukan pendudukan Israel (IOF) melepaskan tembakan pada Senin dini hari terhadap warga sipil yang kelaparan yang berkumpul di dekat titik distribusi bantuan Amerika di Rafah, Jalur Gaza selatan. Serangan itu menewaskan sedikitnya 20 warga Palestina dan lebih dari 200 orang terluka, termasuk 50 orang dalam kondisi kritis.
Menurut pernyataan dari Kementerian Kesehatan Gaza, pembantaian tersebut merupakan bagian dari pola serangan yang terus meningkat terhadap warga sipil yang mencari bantuan kemanusiaan. Korban luka dibawa ke rumah sakit lapangan Palang Merah di daerah Al-Mawasi, Khan Yunis, yang juga menjadi sasaran tembakan dari kendaraan militer Israel, sehingga membahayakan pasien dan staf medis.
Kementerian tersebut mengutuk apa yang disebutnya sebagai penargetan yang disengaja terhadap rumah sakit dan warga sipil, dan mendesak badan-badan internasional untuk segera campur tangan. Kementerian tersebut menyerukan pembukaan kembali Rumah Sakit Gaza Eropa, yang terpaksa ditutup karena banyaknya korban dan serangan yang terus berlanjut.
Ia juga menuntut agar mekanisme distribusi bantuan baru dilaksanakan untuk mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut, dan menyerukan semua organisasi kemanusiaan untuk memastikan keselamatan tim medis dan fasilitas di Jalur Gaza.
Pembantaian ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan mematikan terhadap titik distribusi bantuan di Rafah dan Gaza bagian tengah. Sehari sebelumnya, Kantor Media Pemerintah melaporkan bahwa 300 warga Palestina telah tewas dan 2.649 lainnya terluka sejak 27 Mei selama upaya mencapai apa yang disebut zona bantuan "mekanisme Amerika-Israel". Sembilan orang masih hilang.
Pada tanggal 18 Maret, Israel melanjutkan ofensif besar-besarannya setelah membatalkan gencatan senjata selama 58 hari dan perjanjian pertukaran tahanan yang ditengahi oleh Qatar, Mesir, dan AS. Serangan baru tersebut menargetkan warga sipil dan infrastruktur bantuan, sehingga memperdalam bencana kemanusiaan.