Israel Bunuh 61 Sipil Palestina, Termasuk Para Pencari Bantuan

Israel Bunuh 61 Sipil Palestina, Termasuk Para Pencari Bantuan

12 Jun 2025 - Berita

Pasukan pendudukan Israel menewaskan sedikitnya 61 warga Palestina di berbagai bagian Jalur Gaza pada hari Rabu, menurut sumber medis, saat serangan terus menargetkan wilayah sipil dan titik distribusi bantuan di tengah bencana kemanusiaan yang semakin memburuk.

Pejabat kesehatan di Gaza mengonfirmasi bahwa 39 korban tewas saat menunggu bantuan kemanusiaan di Gaza bagian tengah. Di antara mereka, 25 warga Palestina tewas ketika pasukan Israel melepaskan tembakan di dekat persimpangan Netzarim, sebelah selatan Kota Gaza, di daerah yang dikenal sebagai pusat distribusi makanan yang dikoordinasikan oleh Amerika Serikat dan Israel. Para saksi dan petugas kesehatan menggambarkan serangan itu sebagai serangan yang disengaja terhadap warga sipil yang sangat membutuhkan makanan.

Di tempat lain di Jalur Gaza, direktur Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa melaporkan bahwa delapan warga Palestina tewas dan lainnya terluka dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah tinggal di Deir al-Balah.

Dalam insiden terpisah Rabu pagi, empat warga Palestina tewas dan lebih dari 90 orang terluka ketika pasukan Israel menargetkan orang-orang terlantar yang menunggu bantuan di sepanjang Jalan Salah al-Din, salah satu jalan utama Gaza, menurut petugas medis di Rumah Sakit Al-Aqsa.

Lebih jauh ke selatan, sedikitnya empat warga Palestina tewas dalam serangan pesawat nirawak Israel terhadap sebuah tenda yang menampung keluarga-keluarga terlantar di Al-Qarara, sebelah utara Khan Yunis. Di wilayah yang sama, pesawat dan artileri Israel juga menyerang daerah-daerah di sekitar Kompleks Medis Nasser, serta daerah pemukiman Qizan Abu Rashwan dan Al-Batin Al-Samin saat fajar.

Sumber-sumber rumah sakit mengonfirmasi bahwa total 82 warga Palestina telah tewas sejak Selasa pagi, termasuk 20 orang yang ditembak saat mencoba mengakses bantuan kemanusiaan di dekat persimpangan Netzarim dan bundaran Nablus di sebelah barat Kota Gaza.

Pada Selasa malam, tiga paramedis dan jurnalis Palestina Momen Abu Al-Aouf tewas ketika pasukan Israel menargetkan tim penyelamat medis yang berusaha mengambil jenazah korban dari rumah yang sebelumnya dibom di lingkungan Al-Tuffah, timur Kota Gaza.

Badan-badan kemanusiaan dan Kantor Media Pemerintah Gaza telah memperingatkan bahwa penutupan terus-menerus perlintasan bantuan oleh Israel, khususnya yang membawa makanan, telah mendorong 2,2 juta warga Palestina di Gaza ke dalam kondisi kelaparan yang parah. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyatakan bahwa strategi ini sama saja dengan kelaparan yang disengaja yang bertujuan untuk memaksa pengungsian.

Sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, Israel, yang didukung oleh Amerika Serikat, telah melakukan tindakan genosida di Gaza, termasuk pembunuhan massal, kelaparan paksa, penghancuran rumah dan infrastruktur secara sistematis, dan pemindahan paksa ratusan ribu orang.

Kampanye yang sedang berlangsung telah menewaskan atau melukai lebih dari 181.000 warga Palestina, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Lebih dari 11.000 orang masih hilang di bawah reruntuhan. Seluruh lingkungan telah hancur, rumah sakit tidak dapat beroperasi, dan akses terhadap makanan, air, dan perawatan medis hampir tidak ada.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!