
Israel Ubah Rumah Sakitnya Jadi Perisai Manusia untuk Infrastruktur Militer
21 Jun 2025 - Berita
Serangan rudal balistik Iran baru-baru ini di wilayah selatan Palestina yang diduduki telah mengungkapkan bahwa Israel melindungi infrastruktur militernya dan secara berbahaya menempatkannya di dekat fasilitas sipil, khususnya rumah sakit.
Pejabat Israel dan media segera menyatakan bahwa Pusat Medis Soroka merupakan target langsung serangan Iran pagi ini.
Direktur rumah sakit kemudian mengumumkan evakuasi sejumlah pasien dan menghimbau masyarakat untuk menghindari area tersebut. Sementara itu, Kepala Polisi Distrik Selatan menyatakan bahwa tim penyelamat sedang mencari orang hilang di dalam rumah sakit, yang semakin memperkuat kesan adanya serangan terarah terhadap rumah sakit tersebut.
Namun, rekaman video yang dibagikan oleh para pemukim Israel dari dalam dan sekitar rumah sakit menceritakan kisah yang berbeda. Tidak ada rekaman yang menangkap serangan langsung terhadap rumah sakit itu sendiri. Sebaliknya, rekaman tersebut menunjukkan kerusakan struktural terbatas yang disebabkan oleh gelombang kejut ledakan di dekatnya, bukan oleh ledakan di dalam kompleks rumah sakit.
Kantor berita resmi Iran mengklarifikasi bahwa target sebenarnya adalah fasilitas militer yang berdekatan dengan Soroka, yang menampung ribuan tentara Israel, sistem komando digital, dan unit perang siber canggih.
Hal ini menunjukkan serangan tersebut tidak ditujukan pada institusi perawatan kesehatan, tetapi pada lokasi militer yang penting secara strategis dan tersembunyi di balik infrastruktur sipil.
Meskipun demikian, media Israel terus menyebarkan narasi bahwa Rumah Sakit Soroka adalah target yang dituju, sebuah klaim yang segera dibantah oleh perintah larangan militer yang melarang publikasi rincian sensitif tentang lokasi tersebut.
Ketidakkonsistenan ini menyoroti upaya berkelanjutan oleh otoritas Israel untuk mengaburkan sifat militer dari situs yang menjadi sasaran.
Menggunakan fasilitas sipil sebagai tameng untuk aset militer merupakan taktik lama pendudukan Israel. Rumah sakit, lingkungan permukiman, dan infrastruktur vital telah dimiliterisasi secara sistematis, dengan fasad sipil mereka digunakan sebagai tameng politik dan alibi moral.
Kemunafikan ini menjadi lebih mencolok jika dibandingkan dengan tindakan Israel di Gaza, di mana rumah sakit berulang kali dibom dan tim medis, termasuk dari Bulan Sabit Merah di Lebanon, menjadi sasaran.
Sementara itu, Israel menuduh kelompok perlawanan Palestina “bersembunyi” di antara warga sipil, dan mengabaikan kebiasaan Israel sendiri yang menempatkan lokasi militer penting di daerah perkotaan yang padat penduduk.
Selama serangan Iran hari Sabtu, kontradiksi mencapai puncaknya. Rudal menghantam berbagai target di jantung Israel, khususnya di wilayah metropolitan Tel Aviv.
Menurut koresponden Fox News, satu rudal menghantam kompleks Kirya, rumah bagi Kementerian Pertahanan Israel dan markas besar Staf Umum Angkatan Darat, tepat di pusat kota Tel Aviv.
Episode ini menggarisbawahi kebenaran yang mengganggu bahwa lembaga-lembaga militer dan intelijen utama Israel, mulai dari Kementerian Pertahanan dan pusat-pusat komando militer hingga markas besar Mossad dan Shin Bet, tidak tersembunyi di zona-zona militer terpencil, tetapi tertanam dalam di lingkungan sipil yang ramai.
Wilayah ini dikelilingi oleh pusat perbelanjaan, universitas, rumah, dan taman umum, sehingga setiap eskalasi militer menjadi ancaman langsung terhadap kehidupan warga sipil Israel.
Jadi, sementara Israel mengecam serangan yang diduga dilakukan terhadap rumah sakitnya, Israel juga menempatkan aset militernya yang paling sensitif di samping dan di dalam rumah sakit yang sama. Ini adalah permainan posisi strategis yang berbahaya, di mana nyawa warga sipil dimanfaatkan sebagai penyangga perlindungan bagi infrastruktur perang.