Kementerian Kesehatan Gaza: Israel Culik Kepala Rumah Sakit Lapangan, 361 Tenaga Medis Ditahan
Kementerian Kesehatan Gaza: Israel Culik Kepala Rumah Sakit Lapangan, 361 Tenaga Medis Ditahan

Kementerian Kesehatan Gaza: Israel Culik Kepala Rumah Sakit Lapangan, 361 Tenaga Medis Ditahan

31 Jul 2025 - Berita

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza menyampaikan kekhawatiran mendalam atas nasib Dr. Marwan Al-Hems, kepala Rumah Sakit Lapangan Gaza, yang diculik oleh pasukan penjajah Israel sepuluh hari lalu. Hingga kini, tidak ada informasi resmi mengenai kondisi kesehatan atau lokasi penahanannya.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis, kementerian menegaskan bahwa pihak Israel menjalankan praktik penghilangan paksa sistematis terhadap tenaga medis Palestina, yang merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa.

Menurut data kementerian, sebanyak 361 tenaga medis Palestina saat ini masih ditahan di penjara-penjara Israel, banyak di antaranya tanpa tuduhan atau akses hukum yang sah.

Laporan yang dikumpulkan dari tahanan yang dibebaskan dan perwakilan hukum mengungkap adanya penyiksaan fisik, penganiayaan, serta kondisi penahanan yang sangat keras terhadap tenaga medis yang ditahan.

“Penangkapan dan penyiksaan terhadap dokter dan petugas kesehatan adalah serangan langsung terhadap sistem kesehatan Palestina,” tegas pernyataan resmi Kementerian. “Ini adalah upaya sistematis untuk melumpuhkan layanan medis di tengah genosida yang sedang berlangsung di Gaza.”

Kronologi Penangkapan

Menurut Alaa Skaafi, Direktur Asosiasi Hak Asasi Manusia Al-Dameer di Gaza, Dr. Al-Hems saat ini ditahan di Penjara Ashkelon setelah ditembak di bagian kaki saat penangkapan pada 21 Juli.

Skaafi menegaskan bahwa Israel menolak memberikan akses hukum kepada Dr. Al-Hems dan telah memperpanjang penahanannya tanpa dakwaan hingga 31 Juli 2025, tindakan yang dinilainya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hak hukum dan hak asasi manusia.

Dr. Al-Hems ditangkap di dekat Rumah Sakit Lapangan Palang Merah di Khan Younis barat, Gaza selatan, saat sedang menjalankan tugas medis.

Menurut Dr. Munir Al-Bursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, penculikan ini menambah daftar panjang serangan terhadap komunitas medis Gaza, yang sejak awal perang telah menjadi target langsung pasukan penjajah Israel.

Sumber keluarga melaporkan bahwa Dr. Al-Hems diseret oleh unit pasukan khusus Israel, sementara pengemudi ambulans yang bersamanya juga terluka dalam operasi tersebut.

Saksi mata di Rafah barat mengatakan bahwa tentara Israel menembaki sekelompok warga sipil di dekat sebuah kafe di seberang Rumah Sakit Lapangan Palang Merah — memperlihatkan militerisasi yang semakin dalam di zona medis yang seharusnya dilindungi.

Seruan untuk Tindakan Internasional

Kementerian Kesehatan dan kelompok hak asasi manusia menyerukan kepada masyarakat internasional, PBB, dan organisasi hukum global untuk menekan Israel agar segera membebaskan semua tenaga medis yang ditahan, serta memastikan perlindungan menyeluruh bagi fasilitas kesehatan dan staf medis di Gaza.

“Setiap detik keterlambatan berarti satu nyawa lagi di Gaza terancam hilang tanpa perawatan,” kata Dr. Al-Bursh. “Menahan dan menyiksa dokter bukan hanya pelanggaran hukum perang — ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Kementerian menegaskan bahwa dunia tidak dapat terus diam menyaksikan penargetan sistematis terhadap tenaga medis, yang seharusnya dilindungi di bawah hukum internasional.

Di tengah kehancuran menyeluruh akibat agresi Israel, serangan terhadap rumah sakit dan staf medis menegaskan upaya sistematis untuk memusnahkan kapasitas kehidupan di Gaza, bahkan di ruang-ruang yang seharusnya menjadi tempat penyelamatan.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya