Lagi, Israel Langgar Gencatan Senjata
01 Nov 2025 - Berita
Pasukan penjajah Israel kembali melanggar perjanjian gencatan senjata, menggugurkan tiga warga Palestina di Jalur Gaza dalam gelombang serangan baru yang menambah kekhawatiran akan runtuhnya gencatan senjata yang rapuh tersebut.
Menurut sumber setempat, salah satu korban syahid akibat luka-luka yang diderita dari serangan udara sebelumnya, sementara dua lainnya gugur dalam serangan baru yang dilancarkan pasukan penjajah Israel terhadap beberapa wilayah di Gaza.
Kapal perang penjajah menembakkan peluru secara intensif di lepas pantai Kota Gaza, memperpanjang daftar pelanggaran gencatan senjata. Serangan udara dan tembakan artileri berat juga menghantam kawasan pemukiman Shuja’iyya dan Tuffah di timur Kota Gaza, menghancurkan rumah-rumah warga sipil dan menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal.
Di Gaza selatan, tembakan dan pengeboman berat dilaporkan di wilayah timur Khan Younis. Helikopter penjajah menyerang wilayah tersebut sepanjang malam, sementara pesawat tempur melancarkan serangan tambahan yang memperparah kehancuran di daerah itu.
Di Jabalia, Gaza utara, seorang warga Palestina dipastikan gugur akibat tembakan pasukan penjajah Israel, menurut sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa. Di Jalur Gaza bagian tengah, drone tempur Israel menjatuhkan bom di timur kamp pengungsi al-Bureij, diiringi tembakan artileri dan serangan tank yang terus menghujani daerah sekitar.
Saksi mata melaporkan bahwa tentara penjajah Israel terus menghancurkan rumah-rumah warga di timur Kota Gaza dan al-Bureij, memaksa keluarga-keluarga kembali mengungsi tanpa tempat berlindung.
Sementara itu, meskipun kebutuhan kemanusiaan terus meningkat, aliran bantuan ke Jalur Gaza masih sangat terbatas. Hanya sejumlah kecil truk bantuan yang berhasil masuk melalui perlintasan Kissufim pada hari Jumat.
Kantor media pemerintah di Gaza menegaskan bahwa otoritas penjajah Israel terus memblokir masuknya bahan-bahan penting, termasuk tenda-tenda yang sangat dibutuhkan untuk menampung keluarga pengungsi.
PBB mengonfirmasi bahwa konvoi bantuan yang masuk hanya mencakup tepung, makanan, dan perlengkapan dasar, jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari dua juta penduduk Gaza yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan mendalam akibat penjajahan dan agresi militer yang berkepanjangan.