Pasukan Penjajah Israel Bantai Pencari Bantuan di Gaza: 91 Warga Gugur Saat Menunggu Makanan
30 Jul 2025 - Berita
Sedikitnya 91 warga sipil Palestina gugur sejak dini hari tadi setelah pasukan penjajah Israel kembali menargetkan para pencari bantuan di dua titik distribusi — Meraj di Rafah utara dan Zikim di barat laut Jalur Gaza.
Serangan itu terjadi ketika ribuan warga yang kelaparan sedang mengantre untuk mendapatkan makanan dan perlengkapan darurat, di tengah blokade total yang telah melumpuhkan wilayah tersebut.
Sumber medis di Gaza mengonfirmasi bahwa lebih dari 30 orang gugur dan ratusan lainnya terluka, banyak di antaranya dalam kondisi kritis, akibat tembakan langsung di Zikim, dekat lingkungan Al-Sudaniya.
Saksi mata menyebut tentara Israel melepaskan tembakan tanpa peringatan ke arah warga yang sedang menunggu bantuan.
Serangan serupa juga terjadi di poros Meraj di utara Rafah, di mana sejumlah martir dan korban luka dilaporkan jatuh saat tentara Israel kembali menembaki kerumunan pencari bantuan.
Dalam 24 jam terakhir, 69 warga Palestina lainnya gugur akibat luka-luka yang mereka derita dalam serangan sebelumnya terhadap para pencari bantuan.
Total korban jiwa akibat serangan Israel terhadap warga yang mencari bantuan kini mencapai 1.248 orang gugur dan 8.552 terluka, menurut laporan rumah sakit di Gaza.
Sejak awal agresi Israel pada 7 Oktober 2023, jumlah total warga Palestina yang gugur telah melampaui 60.138 orang, dengan 146.269 lainnya terluka.
Sejak runtuhnya gencatan senjata pada 18 Maret 2024, Israel telah menewaskan 8.970 warga Palestina tambahan dan melukai lebih dari 34.000 orang dalam ofensif yang terus berlanjut.
Organisasi-organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa Gaza kini berada di ambang kelaparan massal, dengan sistem kesehatan yang hancur, infrastruktur yang runtuh, dan blokade bantuan yang hampir total.
Pusat-pusat distribusi bantuan menjadi satu-satunya harapan hidup bagi penduduk yang terkepung, namun kini berubah menjadi lokasi pembantaian berulang akibat serangan Israel.
Serangan hari ini kembali memicu gelombang kemarahan dan kecaman internasional, di tengah seruan global agar segera dilakukan gencatan senjata permanen dan penyelidikan terhadap kejahatan perang Israel di Gaza.
Gambar-gambar memilukan yang beredar — memperlihatkan para pencari bantuan berlumuran darah dan rumah sakit yang kewalahan menangani korban — kini membanjiri media internasional, menggambarkan realitas kelam genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina yang hanya berusaha bertahan hidup.