Pemulihan Jenazah di Gaza Terhalang Reruntuhan Agresi Israel
Pemulihan Jenazah di Gaza Terhalang Reruntuhan Agresi Israel

Pemulihan Jenazah di Gaza Terhalang Reruntuhan Agresi Israel

03 Nov 2025 - Berita

Hamas telah menyerahkan jenazah tiga tawanan Israel kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC) setelah operasi pemulihan kompleks di wilayah Gaza selatan. Proses ini dilakukan di luar Garis Kuning, zona yang dikendalikan militer Israel, dan membutuhkan koordinasi ketat antara pejuang Hamas, tim ICRC, dan penggunaan alat berat untuk menggali puing kehancuran.

Sayap bersenjata Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, menyatakan jenazah ditemukan di dalam sebuah terowongan sebelum kemudian diserahkan Israel ke Institut Kedokteran Forensik untuk identifikasi. Pemerintah Israel mengonfirmasi menerima tiga peti berisi sisa-sisa jenazah yang ditemukan di Khan Younis dan Shujayea, dua area yang luluh lantak akibat pemboman selama berbulan-bulan.

Meski gencatan senjata tengah berlaku, pasukan Israel terus meratakan rumah dan bangunan, membuat operasi pemulihan sangat berisiko. Wilayah Bani Suheila dan Shujayea, lokasi ditemukannya jenazah terakhir, termasuk area yang mengalami kerusakan paling parah.

Pakar dan pejabat AS menyebut evakuasi delapan tawanan Israel yang diyakini masih berada di Gaza akan semakin sulit karena ratusan ton puing menutup sisa-sisa struktur di seluruh wilayah. Hamas menegaskan bahwa proses ini akan lama “karena kerusakan parah yang disebabkan perang.”

Sejak gencatan senjata Oktober lalu, Hamas telah menyerahkan 20 tawanan Israel yang masih hidup dan jenazah 19 tawanan lainnya. Sementara itu, menurut kantor media pemerintah Gaza, sekitar 9.500 warga Palestina masih hilang di bawah reruntuhan akibat agresi Israel selama dua tahun yang telah menewaskan lebih dari 68.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak—melukai sekitar 170.000 lainnya, serta menghancurkan lebih dari 90% infrastruktur sipil di Jalur Gaza.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya