Penulis David Grossman Akui Israel Lakukan Genosida di Gaza
Penulis David Grossman Akui Israel Lakukan Genosida di Gaza

Penulis David Grossman Akui Israel Lakukan Genosida di Gaza

03 Aug 2025 - Berita

Penulis Israel pemenang penghargaan David Grossman, salah satu suara moral paling berpengaruh di negaranya, akhirnya menyebut perang Israel di Gaza sebagai genosida, istilah yang selama bertahun-tahun enggan ia ucapkan. Dalam wawancaranya dengan harian Italia La Repubblica, Grossman mengatakan ia “tidak lagi bisa menahan diri” setelah melihat penderitaan rakyat Gaza dan membaca laporan-laporan yang menggambarkan kelaparan sistematis di wilayah yang terkepung itu.

Pernyataannya datang hanya beberapa hari setelah dua organisasi HAM terkemuka Israel, B’Tselem dan Physicians for Human Rights, untuk pertama kalinya secara terbuka menyimpulkan bahwa Israel tengah melakukan genosida di Gaza, menyusul penilaian serupa dari Amnesty International dan Human Rights Watch.

“Saya bertanya pada diri sendiri: bagaimana kita sampai dituduh melakukan genosida?” kata Grossman. “Fakta bahwa kata itu kini dikaitkan dengan Israel, dengan orang Yahudi, sudah cukup menunjukkan bahwa sesuatu yang sangat salah sedang terjadi pada kita.”

Grossman menuturkan bahwa pengakuannya lahir dari “rasa sakit yang amat dalam dan hati yang hancur.” Ia menggambarkan betapa mengerikan mendengar kata Israel kini disebut berdampingan dengan kata kelaparan. “Ini datang dari sejarah kita sendiri, dari kepekaan kita terhadap penderitaan manusia, dari tanggung jawab moral yang seharusnya kita pegang untuk semua manusia, bukan hanya bagi orang Yahudi,” ujarnya.

Penulis yang menerima Penghargaan Israel 2018 atas karya sastranya ini telah lama dikenal sebagai pendukung perdamaian dan pengkritik keras penjajahan Israel atas tanah Palestina. Ia menegaskan kembali pandangannya bahwa akar kehancuran moral bangsa Israel bermula dari pendudukan tahun 1967.

“Pendudukan telah merusak kita,” katanya. “Kita menjadi kuat secara militer dan jatuh dalam godaan kekuasaan absolut, keyakinan bahwa kita bisa melakukan apa saja.”

Grossman, yang sebelumnya menyebut kebijakan Israel di Tepi Barat sebagai bentuk apartheid, kini melangkah lebih jauh. Dengan menyebut perang di Gaza sebagai genosida, ia menegaskan bahwa bangsa Israel tengah kehilangan nilai kemanusiaan yang dulu menjadi dasar eksistensinya.

Bagi banyak pengamat, pengakuan ini bukan hanya suara hati seorang penulis, melainkan refleksi dari krisis moral yang kini menelan seluruh bangsa, di mana penjajahan yang panjang telah mengikis rasa kemanusiaan, menggantinya dengan kekuasaan yang membabi buta atas kehidupan rakyat Palestina.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya