Ratusan Pasien Meninggal di Gaza Akibat Keterlambatan Rujukan Medis

Ratusan Pasien Meninggal di Gaza Akibat Keterlambatan Rujukan Medis

22 Jun 2025 - Berita

Setidaknya 500 pasien dan korban luka di Jalur Gaza baru-baru ini meninggal dunia akibat penundaan berkepanjangan dalam penerbitan rujukan medis dan izin perjalanan untuk pengobatan, menurut pejabat medis Palestina.

Krisis ini merupakan bagian dari penargetan sistematis sistem perawatan kesehatan Palestina oleh pasukan Israel, yang melanggar hukum internasional.

Dr. Ahmad Al-Farra, kepala Departemen Pediatri dan Bersalin di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, melaporkan bahwa rumah sakit menerima puluhan cedera parah dan mengancam jiwa hari ini menyusul serangan udara Israel yang terus berlanjut.

Ia memperingatkan bahwa rumah sakit tidak lagi mampu menerima kasus baru karena jumlah pasien yang sangat banyak dan kekurangan pasokan serta peralatan medis yang parah.

“Pendudukan Israel terus dengan sengaja menghancurkan infrastruktur medis Palestina,” kata Dr. Al-Farra.

“Ratusan nyawa melayang bukan hanya karena pengeboman tetapi juga karena penundaan birokrasi dan politik yang mencegah evakuasi medis yang mendesak.”

Ia juga mengkritik apa yang disebut “bantuan kemanusiaan” yang didistribusikan oleh perusahaan afiliasi AS yang diduga memiliki hubungan dengan otoritas Israel.

Menurut Dr. Al-Farra, penyaluran bantuan tersebut malah memperburuk kondisi dan menyebabkan bertambahnya korban luka di kalangan warga sipil, bukannya meringankan penderitaan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa 41 orang tewas dalam serangan Israel sejak fajar hari ini, dan banyak di antara korban adalah warga sipil.

Rumah sakit di seluruh Jalur Gaza tetap berada di bawah tekanan ekstrem, berjuang untuk mengatasi masuknya korban luka tanpa henti di tengah sumber daya yang semakin menipis.

Pejabat medis dan kelompok hak asasi manusia mengutuk blokade evakuasi medis dan penargetan fasilitas kesehatan, serta mendesak masyarakat internasional untuk campur tangan dan menegakkan hukum humaniter internasional.

Genosida berdarah dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza terus meningkat, tanpa ada tanda-tanda akan berakhirnya sistem perawatan kesehatan di Jalur Gaza yang sedang berjuang atau penduduk sipilnya yang rentan.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!