Warga Gaza Rayakan Idul Adha di Tengah Reruntuhan

Warga Gaza Rayakan Idul Adha di Tengah Reruntuhan

06 Jun 2025 - Berita

Ratusan warga Palestina di seluruh Jalur Gaza berkumpul pada Jumat pagi untuk melaksanakan salat Idul Adha di atas reruntuhan rumah dan masjid yang hancur, ini adalah tahun kedua memperingati hari raya Idul Adha di bawah bayang-bayang genosida.

Suara takbir bergema dari jalanan Gaza yang dipenuhi puing-puing, saat keluarga-keluarga pengungsi berusaha menjaga ritual dan martabat Idul Fitri, meskipun mengalami kehancuran dan kehilangan. Tempat-tempat salat darurat terbentuk di atas bangunan-bangunan yang runtuh dan di tempat-tempat penampungan yang penuh sesak, tempat para jamaah berdiri bahu-membahu, berduka atas mereka yang tidak hadir dan yang gugur.

Tahun ini, Idul Fitri tiba dengan kesedihan yang terukir dalam di hati warga Gaza. Pemakaman dipenuhi para martir, rumah sakit dipenuhi korban luka, dan kelaparan menyebar karena persediaan makanan sangat rendah. Praktik Idul Adha seperti pengorbanan hewan, kumpul keluarga, atau penganan manis, tidak ada di daerah yang diblokade itu.

Sejak 7 Oktober 2023, penjajah Israel yang didukung jutaan dolar oleh Amerika Serikat telah melancarkan perang yang secara luas digambarkan sebagai genosida oleh para ahli hukum internasional. Meskipun ada seruan global dan perintah sementara yang dikeluarkan oleh Mahkamah Internasional untuk menghentikan permusuhan, kampanye Israel terus berlanjut dengan pembunuhan massal, kelaparan sistematis, dan pemindahan paksa.

Hingga saat ini, lebih dari 180.000 warga Palestina di Gaza telah terbunuh atau terluka, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak. Lebih dari 11.000 orang masih hilang, diduga tewas di bawah reruntuhan atau hilang secara paksa. Lebih dari 1,5 juta orang telah kehilangan rumah mereka.

Kelaparan semakin parah, terutama di Gaza utara, tempat bantuan diblokir dan anak-anak meninggal karena kelaparan dan dehidrasi. Sementara itu, pengepungan Israel sejak 2007 telah mengubah Gaza menjadi apa yang oleh para pengamat disebut sebagai "kuburan bagi hukum internasional."

Meskipun dalam keadaan seperti ini, warga Gaza terus menunjukkan ketangguhan. Salat Idul Adha pada hari Jumat (6/6), yang diselenggarakan di tengah kehancuran dan keputusasaan, berfungsi sebagai tindakan spiritual sekaligus pernyataan hidup yang menantang. Di tengah perhatian dunia, Gaza tetap bertahan.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!