Zubin Mehta Batalkan Semua Kegiatan di Israel Sebagai Protes Terhadap Penindasan Palestina

Zubin Mehta Batalkan Semua Kegiatan di Israel Sebagai Protes Terhadap Penindasan Palestina

17 Jan 2026 - Berita

Konduktor dunia Zubin Mehta mengumumkan pembatalan seluruh proyek artistik dan komitmen profesionalnya di wilayah pendudukan Israel sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan kriminal Benjamin Netanyahu serta pelanggaran Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang terus berlanjut.

Dalam wawancara dengan India Today, Mehta yang berusia 89 tahun menyatakan bahwa ia tidak bisa memisahkan musik dari politik dan menegaskan pentingnya seniman mengambil sikap moral terhadap isu-isu besar, termasuk perang dan pelanggaran hak asasi manusia. Ia mengatakan keputusan ini dibuat karena ketidaksetujuannya terhadap cara Israel menangani masalah Palestina, termasuk pembunuhan massal warga sipil dan kehancuran infrastruktur sipil di Gaza serta perluasan permukiman di Tepi Barat.

Keputusan Mehta menandai salah satu sikap publik terkuat dari tokoh budaya global yang memiliki hubungan panjang dengan lembaga budaya Israel. Ia sebelumnya pernah memperingatkan meningkatnya isolasi internasional terhadap Israel, dan kini secara terbuka mengaitkan isolasi itu dengan kejahatan perang serta pelanggaran hak asasi warga Palestina.

Langkah ini muncul di tengah gelombang boikot budaya terhadap Israel, seiring meningkatnya tekanan internasional yang menuntut pertanggungjawaban pemerintah Netanyahu atas pengusiran paksa, pembunuhan massal, dan penghancuran sistematis di Gaza dan Tepi Barat yang melanggar hukum humaniter internasional.

Zubin Mehta, kelahiran India 29 April 1936, dikenal sebagai salah satu konduktor musik klasik paling berpengaruh di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Ia pernah memimpin Orkestra Filharmonik Israel selama lebih dari 55 tahun, serta memegang posisi penting di Orkestra Filharmonik Los Angeles dan Orkestra Filharmonik New York.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!