SMART 171 Turun Langsung dalam Misi Kemanusiaan Menuju Gaza

SMART 171 Turun Langsung dalam Misi Kemanusiaan Menuju Gaza

13 Feb 2026 - Press Release

Israel melanggar gencatan senjata lebih dari 1500 kali sejak diberlakukan Oktober 2025 lalu. 559 sipil Palestina dibunuh selama masa ini sebagaimana dirilis oleh Kantor Media Pemerintah di Gaza pada hari Rabu (4/2). Ceasefire seolah tak berguna lantaran Israel masih membunuh, menyerang, melaparkan dan memblokade Gaza dari akses kebutuhan primer. 


Di tengah mandeknya komunitas internasional menghentikan krisis kemanusiaan, masyarakat sipil Indonesia menyatakan keterlibatan langsung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) yang kedua, sebuah misi kemanusiaan global ke Gaza yang dijadwalkan berangkat pada 29 Maret 2026 nanti, baik melalui jalur laut maupun darat. Hari ini (7/2) masih dilaksanakan pertemuan Dewan Pengarah (Steering Comittee) GSF di Johannesburg, Afrika Selatan guna konsolidasi GSF kedua.


Partisipasi Indonesia dikonsolidasikan melalui Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang terdiri dari berbagai kalangan Indonesia termasuk aktivis, aktris, akademisi, dan lainnya. Posisi koordinator Dewan Pengarah GPCI diisi oleh figur yang selama ini konsisten dalam advokasi kemanusiaan Palestina, Maimon Herawati. Ia juga merupakan Direktur SMART 171. Keterlibatan ini menandai keseriusan masyarakat sipil Indonesia dalam mengambil peran substantif di tengah krisis, tanpa menunggu mandat negara.


“Tim Indonesia telah bersiap secara intens untuk Global Sumud Flotilla musim semi ini” kata Maimon Herawati. Ia melanjutkan, “Pengalaman GSF pertama menjadi persiapan berharga. Kami optimis perjalanan kali ini insya Allah akan menembus blokade. Keadaan Gaza demikian genting. Kita semua perlu memobilisasi gerakan baik laut, maupun darat.”


GSF pertama memang belum berhasil menembus Gaza. Kapalnya sudah diganggu dengan drone sejak parkir di Tunisia. Mendekati Palestina, mereka dihadang dan aktivis di dalamnya diculik, ditawan, dan diportasi oleh Israel.


Sama seperti misi terdahulu, GSF kedua masih dirancang sebagai misi NON-KEKERASAN lintas negara, melibatkan armada laut serta konvoi dengan tujuan utama mengantar makanan, obat, dan susu formula ke Gaza.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya

Join Us!