Takut, Penjajah Israel Tingkatkan Status Siaga Setelah Serangan Tel Aviv

Tentara dan polisi penjajah Israel umumkan bahwa mereka telah meningkatkan status siaga ke tingkat tertinggi, setelah warga Palestina meluapkan kemarahan dengan melakukan serangan di kota.

Surat kabar “Israel Hayom” menggambarkan gelombang kemarahan warga Palestina yang baru terjadi sebagai “yang paling kejam dalam 17 tahun terakhir”, karena 11 orang Israel tewas dalam sepekan. Media itu tak menghitung sebanyak apa korban sipil Palestina yang terluka, anak Palestina yang syahid, juga tak menuliskan secara adil berapa banyak warga sipil Palestina yang diculik dan ditawan dalam kurun waktu yang sama.

Tentara penjajah Israel memutuskan untuk memperkuat pasukannya di Tepi Barat dengan batalyon tambahan, dan juga memutuskan untuk menambah batalyon militer ke pintu-pintu Gaza untuk menjaga stabilitas negeri penjajah itu.

Polisi penjajah juga mengumumkan peningkatan status siaga ke tingkat tertinggi. Mengutip dari salah seorang perwira tinggi di sana, bahwa siapapun boleh menangkap warga Palestina dengan modal kecurigaan bahwa orang itu akan menyerang. wow.

Sumber militer Israel memperingatkan akan potensi terus memburuknya keamanan hari ini, yang bertepatan dengan Land Day, Hari Tanah Palestina, di mana ada peluang untuk kemarahan yang lebih besar hari ini. Militer penajajah Israel diminta mempersiapkan kemungkinan kejadian serupa.

Pasukan penjajah Israel khawatir terjadi lebih banyak wujud kemarahan warga Palestina yang telah puluhan tahun dijajah. Ketakutan penjajah diperparah setelah keberhasilan warga Palestina menyerang kota-kota besar Israel dalam sepekan, termasuk Tel Aviv semalam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *