Warga Palestina Lakukan Perlawanan pada Israel

Warga Al Quds (Yerusalem) kemarin mengumumkan untuk melakukan protes terhadap kejahatan Israel yang dimulai sejak pagi ini, Minggu (19/2). Aksi protes ini merupakan bagian dari pembangkangan sipil untuk melawan penindasan Israel.

Melalui pasukan pembebasan Palestina di Al Quds, pembangkangan berupa ajakan mogok kerja di Israel, menolak bayar pajar ke Israel, menutup jalan menuju check point kamp Shuafat, dan menutup pintu masuk ke beberapa kota dan kamp pengungsian.

Pembangkangan yang dilakukan warga merupakan ekskalasi protes dari tindakan Israel berupa pembunuhan; penawanan; pengusiran; penghancuran rumah; penyerbuan kota, kamp, atau desa; serta tindakan kriminal lainnya terhadap warga Palestina.

Warga membakar barang-barang sekaligus menutupi jalanan agar tentara tak punya akses masuk. Asap pun terlihat menutupi langit-langit dan menipiskan jarak pandang.

Beberapa lingkungan dan kota yang melakukan aksi pembangkangan yaitu Shuafat, Anata, Jabal Al Mukaber, Al Isawiya, dan Al Ram. Tujuan mereka untuk melawan Israel yang terus menekan warga Palestina yang tinggal di dalamnya.

Tak hanya warga yang tinggal di kota, para tawanan sebelumnya melakukan aksi pembangkangan di Penjara Nafha, Selasa (14/2).

Mereka memprostes aturan yang dibuat Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir untuk mengurangi waktu tawanan menggunakan toilet. Sebelumnya, Ben Gvir menutup pabrik dalam penjara dan melarang tawanan Palestina untuk mendapatkan roti baru masak untuk makanan mereka.

Sumber: The Times of Israel, Qudsnen, WAFA

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *