1
30 Sep 2026 - Berita
(16/9) 20 Warga Meninggal dan Puluhan Hilang Setelah Gedung Rusak Akibat Bom Ambruk di Gaza
KOTA GAZA — Tragedi kemanusiaan melanda wilayah barat daya Kota Gaza ketika gedung kediaman "Al-Saada" berlantai enam yang rusak parah akibat pengeboman Israel sebelumnya, tiba-tiba ambruk menimpa puluhan keluarga pengungsi yang sedang tertidur pulas pada Rabu dini hari.
Peristiwa ini menewaskan sedikitnya 20 warga Palestina—termasuk anak-anak dan perempuan—serta melukai 25 orang lainnya. Hingga saat ini, sekitar 100 orang masih dinyatakan hilang atau tertimbun di bawah reruntuhan dan tenda-tenda pengungsian di sekitarnya.
Kondisi Pencarian dan Hambatan Operasi Penyelamatan:
- Jeritan dari Bawah Reruntuhan:
- Juru Bicara Pertahanan Sipil, Mahmoud Basal, mengonfirmasi bahwa terdapat lebih dari 50 anak-anak yang masih terjebak di bawah puing-puing. Tim penyelamat terus mendengar suara teriakan minta tolong dari para korban yang tertimbun.
- Petugas rescue memperkirakan proses evakuasi akan memakan waktu lebih dari 3 hari akibat terbatasnya peralatan dan sarana keselamatan.
- Krisis Peralatan Berat dan Blokade Israel:
- Tim Pertahanan Sipil dan Pemerintah Kota Gaza terpaksa melakukan pencarian secara manual menggunakan alat-alat seadanya.
- Otoritas lokal menuduh militer Israel sengaja memblokir dan menolak izin masuknya alat-alat berat (heavy machinery) serta peralatan evakuasi ke dalam Jalur Gaza, sehingga memperlambat penyelamatan nyawa korban.
- Ancaman 2.000 Bangunan Retak Lainnya:
- Pertahanan Sipil memperingatkan bahwa sekitar 2.000 bangunan terdistorsi dan retak di seluruh Gaza saat ini masih terpaksa dihuni oleh ribuan warga dan pengungsi karena tidak adanya alternatif tempat tinggal.
- Wali Kota Gaza, Yahya Al-Sarraj, menegaskan perlunya pasokan rumah prefabrikasi (mobile homes) secara mendesak sebelum musim dingin tiba untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.
Kelumpuhan Sektor Kesehatan dan Respon Darurat
Kondisi para korban luka makin diperparah oleh krisis fatal pada fasilitas medis di Gaza:
- Sektor Ambulans Lumpuh: Lebih dari 60% armada ambulans tidak dapat beroperasi akibat krisis bahan bakar yang parah, memicu keterlambatan evakuasi korban luka ke rumah sakit.
- Seruan Darurat Kementerian Kesehatan: Kementerian Kesehatan Gaza melayangkan desakan keras kepada komunitas internasional untuk memprotes blokade, menuntut pembukaan perbatasan segera, serta mendesak masuknya pasokan bahan bakar dan suplai medis darurat demi menyelamatkan sistem kesehatan yang kian kolaps.
Sejak mulainya agresi militer dan pembantaian pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 174.000 lainnya luka-luka. Pengeboman sistematis tersebut telah merusak lebih dari 90% infrastruktur sipil di Jalur Gaza.