1111

1111

30 Sep 2026 - Berita

(18/9) 11Di Antara Tenda Pengungsian: Anak-Anak Gaza Tuntaskan Hafalan Al-Qur'an di Tengah Berlangsungnya Perang


AL-MAWASI, KHAN YOUNIS — Di kawasan Al-Mawasi, sebelah selatan Jalur Gaza—wilayah yang kerap diidentikkan dengan tenda pengungsian, perpindahan paksa, dan ketakutan—sebuah momen istimewa berlangsung. Ratusan anak-anak, remaja, dan pemuda berkumpul bukan untuk mengemas sisa-sisa barang bawaan mereka, melainkan untuk merayakan keberhasilan menyelesaikan hafalan Al-Qur'an (khatam 30 juz).


Di balik senyum dan piala kelulusan mereka, tersimpan kisah-kisah keteguhan (Sumud) yang melampaui usia mereka:


Perjuangan dan Keteguhan di Balik Reruntuhan

  1. Bertahan dari Luka Tembak dan Bom:

  2. Seorang santri putra menceritakan bagaimana ia sempat terhantam ledakan rudal saat berjalan di jalanan Gaza. Setelah menghabiskan waktu 45 hari di rumah sakit—termasuk 7 hari di ruang perawatan intensif (ICU)—ia langsung melanjutkan hafalan Al-Qur'an di tengah antrean bantuan pangan dan air bersih.

  3. Persembahan untuk Keluarga yang Gugur:

  4. Seorang santriwati menjadi satu-satunya survivor dari keluarganya setelah rumah mereka dibom pada 22 Februari 2024, yang merenggut nyawa ayah, ibu, serta seluruh saudaranya.

  5. Mengingat pesan mendiang ayahnya yang bermimpi melihat sang putri menjadi seorang hafizah, ia bangkit dan bergabung dengan kemah Al-Qur'an "Jil Al-Wahy". "Hafalan 30 juz ini saya persembahkan untuk ruh ayah, ibu, dan saudara-saudara saya," ungkapnya.

  6. 12 Kali Mengungsi dan Tembakan Tank Militer:

  7. Salah seorang ibu santri menceritakan bahwa keluarganya telah mengalami lebih dari 12 kali pengungsian paksa, kehilangan rumah, serta berhadapan dengan bahaya kelaparan. Namun, putrinya tak pernah absen mendatangi tenda Al-Qur'an.

  8. Pengajar majelis menyebutkan bahwa proses pembacaan Al-Qur'an kerap berlangsung di bawah bayang-bayang dentuman senjata dan tembakan tank militer Israel yang menyasar sekitar lokasi tenda.

"Anak-Anak Gaza Tumbuh Sebelum Waktunya"

Dalam acara pengukuhan tersebut, seorang bocah perempuan berdiri dan melantunkan ayat suci sembari mengucapkan kalimat yang menyentuh seluruh hadirin: "Aku akan tumbuh besar dan menjadi seperti mereka."


Para pengajar dan orang tua menegaskan bahwa di saat perang memaksa anak-anak Gaza untuk "dewasa sebelum waktunya", tekad mereka untuk menjaga Al-Qur'an menjadi bukti bahwa di tengah puing-puing bangunan yang hancur, harapan dan cita-cita warga Gaza tidak pernah berhasil dihancurkan.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya