2.000 Anak Gaza Dibawah Umur Diculik Israel Sejak 7 Oktober 2023

2.000 Anak Gaza Dibawah Umur Diculik Israel Sejak 7 Oktober 2023

15 Sep 2026 - Berita

Laporan terbaru dari Pusat Studi Sandera Palestina (Palestine Center for Prisoners Studies) mengungkapkan eskalasi mengerikan yang dilakukan Israel terhadap anak-anak Palestina. Sejak dimulainya genosida Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, tercatat setidaknya 2.000 kasus penculikan anak di bawah umur, termasuk balita dan anak-anak yang baru berusia 10 tahun.


Pusat studi tersebut menegaskan bahwa penculikan ini merupakan tindakan yang disengaja dan sistematis dengan "lampu hijau" dari tingkatan politik serta keamanan Israel. Kebijakan perampasan hak anak-anak ini diiringi dengan tindakan penyiksaan, pembatasan makanan hingga kelaparan, serta pengabaian medis yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Saat ini terdapat sekitar 370 anak yang mendekam di penjara Israel (terutama di Penjara Megiddo dan Ofer). Sebanyak 185 anak telah dijatuhi hukuman, 90 anak dipenjara di bawah status penahanan administratif (administrative detention) tanpa dakwaan maupun proses peradilan, dan sisanya masih menunggu persidangan.


Sandera Palestina termuda adalah seorang bayi laki-laki yang dilahirkan oleh ibunya, Tahani Samhan, di dalam penjara pada September 2025. Israel menolak membebaskan Tahani yang diculik dalam keadaan hamil, dan membiarkannya melahirkan sendirian tanpa pendampingan keluarga.


Penculikan dilakukan melalui teror ke rumah di tengah malam, perusakan barang-barang, penganiayaan fisik, hingga blokade di pos pemeriksaan militer (checkpoints) saat anak-anak berangkat atau pulang sekolah.


Sel-sel penjara mengalami penumpukan berlebih (overcrowding) dan tidak layak huni. Pengabaian medis yang parah memicu penyebaran penyakit kulit seperti kudis (scabies) di kalangan anak-anak akibat minimnya fasilitas kebersihan, air bersih, dan ketiadaan obat-obatan.


Pusat Studi Tahanan Palestina mendesak lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional dan PBB untuk segera turun tangan menekan Israel agar mematuhi Konvensi Hak-Hak Anak serta menghentikan kejahatan genosida terhadap anak-anak Palestina.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya