36 Warga Palestina, Termasuk Jurnalis, Terluka Diserang Pemukim Israel di Tepi Barat
11 Oct 2025 - Berita
Sedikitnya 36 warga Palestina, termasuk beberapa jurnalis, mengalami luka-luka pada Jumat setelah serangan gabungan oleh pasukan Israel dan kelompok pemukim ilegal di wilayah sekitar Nablus, Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan Kementerian Kesehatan Palestina.
Serangan tersebut menargetkan kota Beita, Huwara, dan Deir Sharaf, dengan dua korban terluka akibat tembakan peluru tajam, sementara lainnya menderita cedera fisik akibat pemukulan dan bentrokan di lapangan.
Kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan bahwa kelompok pemukim menyerang petani yang sedang memanen zaitun di kawasan Jabal Qamas, Beita, membakar tiga kendaraan, termasuk milik fotografer AFP Jaafar Ishtayeh. Ishtayeh, yang telah bekerja lebih dari tiga dekade, menyebut kekerasan kali ini “belum pernah terjadi sebelumnya” sepanjang kariernya.
Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, tujuh orang dirawat di lokasi, di antaranya dua jurnalis bernama Jaafar Ishtayeh dan Wahaj Bani Moufleh, serta dua lainnya yang mengalami keracunani gas air mata.
Pasukan Israel juga menyerbu kawasan sekitar, menembakkan gas air mata dan granat kejut, menyebabkan banyak warga mengalami sesak napas. Dalam operasi terpisah, tentara Israel dilaporkan menangkap sejumlah warga Palestina di Nablus dan Tubas, termasuk enam petani zaitun dari desa Kafr Nima dekat Ramallah.
Kekerasan ini menambah panjang daftar serangan terhadap warga Palestina selama musim panen zaitun, periode penting bagi ekonomi lokal. Organisasi hak asasi manusia telah lama menuduh pemukim, seringkali dilindungi oleh pasukan Israel, menggunakan musim panen sebagai momentum untuk memperluas tekanan dan kekerasan terhadap masyarakat setempat.
Saat ini, lebih dari 700.000 pemukim Israel tinggal di permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang seluruhnya melanggar hukum internasional dan menjadi sumber ketegangan berkepanjangan di wilayah tersebut.