Israel Langgar Gencatan Senjata di Gaza 3.269 Kali
15 Jun 2026 - Berita
Pasukan militer Israel terus-menerus melanggar perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Laporan terbaru dari Kantor Media Pemerintah pada hari Senin menunjukkan adanya jurang pemisah yang sangat besar antara janji perdamaian Israel dan kenyataan kejam di lapangan. Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut pun dilaporkan memburuk dengan sangat cepat akibat pengkhianatan kesepakatan ini.
Sepanjang 245 hari sejak gencatan senjata seharusnya diberlakukan, Israel tercatat telah melakukan 3.269 kali pelanggaran. Akibat rentetan serangan yang tak pernah berhenti tersebut, sebanyak 992 warga Palestina tewas dibunuh dan 3.138 lainnya mengalami luka-luka. Selain menelan korban jiwa dan luka, laporan itu juga mendokumentasikan penangkapan 95 warga Palestina oleh pasukan Israel selama periode gencatan senjata palsu ini.
Kondisi warga Gaza kian menderita akibat pembatasan bantuan kemanusiaan yang sangat ketat. Dari total 147.000 truk bantuan yang seharusnya masuk hingga hari ini, Israel hanya mengizinkan 52.740 truk untuk melintas. Dengan tingkat komitmen yang hanya mencapai 36%, Israel secara sengaja menahan aliran bantuan logistik dan medis di tengah jerat kelaparan yang semakin mencekam.
Israel terus memblokir akses kemanusiaan di pintu perbatasan dengan membatasi pergerakan di Penyeberangan Rafah secara ketat. Dari total 19.600 orang yang seharusnya diizinkan meninggalkan Jalur Gaza demi alasan mendesak, Israel hanya memperbolehkan 6.845 orang untuk melintas. Tingkat komitmen yang hanya mencapai 35% ini secara langsung mengancam nyawa para pasien dan korban luka yang membutuhkan perawatan medis darurat di luar Gaza.
Data pembatasan di Penyeberangan Rafah ini menjadi bukti nyata dari pola pelanggaran Israel yang terus-menerus terjadi. Tindakan sepihak tersebut dinilai sengaja dilakukan untuk merusak efektivitas perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati. Akibat penutupan dan pembatasan pintu keluar ini, krisis kemanusiaan di dalam Jalur Gaza kian mencapai titik yang sangat kritis.
Merespons kekejaman yang terus berulang, faksi-faksi Palestina menuntut para mediator dan negara-negara sponsor perjanjian untuk segera mengambil tindakan nyata. Mereka mendesak dunia internasional untuk memaksa Israel mematuhi seluruh poin kesepakatan tanpa syarat. Selain itu, mereka juga menuntut agar Israel dimintai pertanggungjawaban penuh atas hancurnya kondisi kemanusiaan di seluruh wilayah Jalur Gaza.