541 Ribu Siswa di Gaza Bersiap Kembali Sekolah di Tengah Genosida Israel
24 Sep 2026 - Berita
(6/9) Kementerian Pendidikan dan Perguruan Tinggi Palestina resmi mengumumkan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 541.000 siswa-siswi di Jalur Gaza bersiap melanjutkan pendidikan di bawah kondisi luar biasa berat akibat hancurnya sarana-prasarana sekolah oleh militer pendudukan Israel.
Staf pengajar dan tenaga administrasi dijadwalkan mulai bertugas pada 16 September, sementara aktivitas belajar-mengajar siswa dimulai secara bertahap pada 19 September.
Guna menyiasati kehancuran ribuan gedung sekolah dan fasilitas pendidikan, kementerian menyiapkan langkah-langkah darurat.
Kementerian menyediakan sekitar 700 titik pembelajaran tatap muka (onsite) dan 25 sekolah darurat/sementara untuk menampung ratusan ribu siswa di area pengungsian.
Kelas-kelas darurat ini dipadukan dengan pembelajaran jarak jauh (virtual learning) bagi para siswa yang terkendala akses geografis atau terisolasi di area rawan pengeboman.
Di saat anak-anak Gaza harus belajar di dalam tenda dan fasilitas seadanya, sebanyak 846.000 siswa-siswi di Tepi Barat telah memulai hari pertama sekolah di 2.537 sekolah pemerintah, swasta, dan UNRWA yang didampingi oleh sekitar 54.000 tenaga pengajar.
Upaya mengembalikan ratusan ribu anak Gaza ke meja belajar di tengah puing-puing bangunan akibat dibom Israel, mempertegas bahwa pendidikan adalah benteng ketahanan jiwa (Sumud) warga Palestina untuk memastikan generasi muda mereka tidak kehilangan masa depan akibat kejahatan "scholasticide" yang dilancarkan Israel.