Aksi mogok Sde Teiman Ungkap Hilangnya Kepercayaan Pada Militer Israel

Aksi mogok Sde Teiman Ungkap Hilangnya Kepercayaan Pada Militer Israel

01 Aug 2026 - Opini

Oleh: Ehab Jabareen


(1/8) Insiden keluarnya (walkout) puluhan prajurit dari Batalyon Tzabar di pangkalan militer Sde Teiman sembari meninggalkan senjata mereka menjadi sinyal kuat terjadinya erosi kepercayaan di dalam struktur militer Israel. Peristiwa yang dipicu oleh tindakan komandan merusak pelat hiasan tradisi internal tersebut memperlihatkan dinamika yang jauh lebih mendasar daripada sekadar pelanggaran disiplin prajurit.


Genosida berkepanjangan di berbagai front selama bertahun-tahun telah mengubah fondasi kontrak tak tertulis antara komandan dan prajurit di lapangan.


Otoritas militer yang dahulu bersifat otomatis dan mutlak kini berubah menjadi bersyarat (conditional). Dalam genosida yang berlarut-larut tanpa horizon politik yang jelas, instruksi komando tidak lagi dipandang sebagai perintah yang mengikat tanpa tanya, melainkan harus terus membuktikan legitimasi moralnya di mata prajurit yang kelelahan.


Pangkalan militer seperti Sde Teiman tidak lagi steril dari perpecahan politik dan sosial masyarakat. Isu-isu sensitif, seperti polemik wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks, ketimpangan beban tugas reservis, hingga perdebatan mengenai tujuan strategis perang, kini menembus gerbang pangkalan dan memengaruhi soliditas di tingkat kompi.


Beban genosida yang bertumpu pada kelompok yang semakin menyusut memicu frustrasi mendalam. Ketika komando atas merespons ekspresi tradisi atau simbolik prajurit dengan pendekatan otoriter tanpa pemahaman emosional, benturan antar-generasi dan strata hirarki tak terelakkan lagi.


Sistem militer Israel yang konvensional umumnya dirancang untuk operasi yang terukur dan cepat demi memulihkan daya tangkal (deterrence). Ketika genosida berubah menjadi pertempuran eksistensial yang tak berkesudahan (war of attrition), modal kepercayaan (capital of trust) yang terakumulasi selama puluhan tahun akan tergerus lebih cepat daripada kemampuannya untuk diperbarui.


Investigasi internal mungkin akan mencatat peristiwa ini sebagai anomali kedisiplinan belaka. Namun, pembacaan kritis terhadap dinamika ini menunjukkan terjadinya pergeseran struktural. Ancaman terbesar bagi efektivitas sebuah pasukan dari pengeroposan legitimasi dan retaknya rasa saling percaya di dalam tubuh organisasi itu sendiri.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya