Hari ke-661 Genosida: Israel Gempur Rumah Warga di Gaza, 20 Gugur
28 Jul 2025 - Berita
Sedikitnya 20 warga sipil Palestina gugur dalam serangkaian serangan udara brutal yang dilakukan pasukan penjajah Israel terhadap rumah-rumah penduduk di Jalur Gaza pada Senin dini hari. Serangan ini menandai hari ke-661 genosida Israel di Gaza, yang terus disertai kampanye sistematis kelaparan dan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina.
Menurut laporan media setempat, pesawat tempur Israel mengebom dua rumah warga di Khan Younis barat, Gaza selatan, satu milik keluarga Nofal di lingkungan Jepang dan satu lagi milik keluarga Zaarab di daerah Al-Mawasi.
Serangan terhadap rumah keluarga Nofal menewaskan 11 orang, sementara pengeboman rumah keluarga Zaarab menewaskan 5 orang dan melukai lebih dari 30 lainnya, termasuk wanita dan anak-anak. Banyak korban masih terjebak di bawah reruntuhan, sementara tim penyelamat berjuang dengan peralatan terbatas di tengah kehancuran luas.
Di Deir al-Balah, Gaza tengah, seorang wanita Palestina gugur dan beberapa lainnya terluka dalam serangan udara yang menghantam rumah di lingkungan Al-Bassa.
Ironisnya, serangan-serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Israel mengumumkan apa yang disebut sebagai “jeda kemanusiaan” pada Minggu malam. Namun, warga Gaza menegaskan bahwa pengeboman tidak pernah berhenti. Serangan udara dan artileri terus menghantam kawasan padat penduduk, termasuk Shuja'iyya di timur Kota Gaza dan Asosiasi Al-Salah di pusat Deir al-Balah.
Di tempat lain, pasukan Israel menghancurkan rumah-rumah di Gaza timur, sementara unit artileri menembaki wilayah sekitar Klub Al-Shuja'iyya dan daerah Al-Katiba di Khan Younis, memperparah kehancuran di kota yang telah porak poranda.
Perang yang telah berlangsung hampir 22 bulan tanpa henti ini telah menjadikan Jalur Gaza sebagai wilayah bencana total. Sistem kesehatan telah lumpuh, rumah sakit kehabisan obat dan bahan bakar, sementara blokade yang hampir total membuat ratusan ribu warga sipil terjebak dalam kelaparan dan penyakit.
Badan-badan kemanusiaan dan PBB kembali memperingatkan akan bencana kemanusiaan paling parah dalam sejarah modern, setelah pasukan penjajah Israel berulang kali menyerang titik distribusi bantuan dan warga yang mengantre makanan. Tindakan ini membuat akses terhadap kebutuhan dasar untuk bertahan hidup hampir mustahil bagi dua juta penduduk Gaza yang terkepung.