HRW: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata Perang di Gaza

HRW: Israel Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata Perang di Gaza

01 Aug 2025 - Berita

Human Rights Watch (HRW) mengecam keras penjajahan Israel atas Jalur Gaza, menyebut sistem distribusi bantuan yang dikendalikan Israel dan Amerika Serikat sebagai “mekanisme militer mematikan” yang menjadikan warga sipil sasaran rutin. Dalam laporan terbarunya, HRW menegaskan bahwa kelaparan yang melanda Gaza bukanlah akibat perang, melainkan kebijakan terencana untuk membuat rakyat Palestina menyerah melalui kelaparan.

“Bencana kemanusiaan di Gaza sepenuhnya buatan manusia,” tulis HRW, menegaskan bahwa pencegahan masuknya bantuan oleh Israel adalah bentuk genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Laporan itu menyoroti bagaimana titik-titik distribusi makanan berubah menjadi zona kematian, tempat warga, terutama anak-anak, janda, dan orang sakit—gugur setiap kali mencoba mengambil bantuan.

Konvoi bantuan dan staf medis yang berusaha mengirim makanan serta pasokan ke gudang PBB pun turut menjadi sasaran. HRW menuntut Israel segera mencabut seluruh pembatasan bantuan yang melanggar hukum dan mendesak Amerika Serikat menghentikan dukungannya terhadap sistem yang terbukti mematikan tersebut.

PBB ikut memperingatkan bahwa Gaza hanya dapat diselamatkan jika seluruh penyeberangan dibuka dan bantuan diizinkan masuk lewat jalur darat yang aman. “Menjatuhkan bantuan dari udara tidak akan menghentikan kelaparan,” tegas badan dunia itu.

Dr. Bassam Zakout, Direktur Lembaga Bantuan Medis Gaza, menggambarkan situasi di lapangan sebagai “sangat mengerikan”. Ia melaporkan kelaparan akut di kalangan anak-anak, ibu yang terpaksa memberi bayi mereka air karena tak ada susu, dan rumah sakit yang kewalahan menerima korban serangan di sekitar pusat bantuan. “Gaza sedang menuju kelaparan massal,” ujarnya.

Menurut data Program Pangan Dunia, satu dari tiga warga Gaza kini tidak memiliki akses makanan sama sekali, sementara tiga perempat populasi menghadapi kelaparan tingkat darurat. Lembaga pemantau pangan global IPC PBB mengonfirmasi bahwa kondisi kelaparan terburuk sudah terjadi.

Sejak 2 Maret, Israel menutup seluruh penyeberangan perbatasan, mengabaikan komitmen dalam perjanjian gencatan senjata 18 Januari yang menjanjikan masuknya 600 truk bantuan dan 50 truk bahan bakar per hari. Akibat blokade total itu, Gaza kini kehabisan makanan, obat-obatan, susu bayi, sayuran, dan perlengkapan kebersihan.

HRW menutup laporannya dengan seruan mendesak: buka semua penyeberangan, akhiri blokade, dan biarkan badan-badan kemanusiaan bekerja tanpa hambatan sebelum Gaza lenyap akibat kelaparan yang disengaja.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya