Investigasi Haaretz: Milisi Palestina Bentukan Israel Lakukan Kejahatan dan Pembakaran Rumah di Gaza
26 Sep 2026 - Berita
(26/8) Laporan investigasi mendalam yang dirilis harian Israel Haaretz menyingkap kesaksian mengejutkan dari tentara dan perwira militer Israel (IDF), bahwa lima milisi bersenjata Palestina yang dibentuk, didanai, dan dilatih oleh IDF bersama badan intelijen Shin Bet terbukti melakukan kejahatan, penembakan warga sipil, penjarahan massal, hingga pembakaran rumah-rumah warga di Jalur Gaza.
Investigasi yang didasarkan pada kesaksian internal militer, peta citra satelit, serta wawancara dengan warga Gaza tersebut mengonfirmasi bahwa kelompok-kelompok bersenjata ini telah bertransformasi menjadi "perpanjangan tangan eksekutif" (executive arm) bagi IDF dan Shin Bet di enam titik lokasi strategis Gaza.
Seorang perwira Angkatan Udara (AU) Israel mengungkapkan pengalaman langsungnya saat mengamati aksi milisi tersebut melalui layar pemantau drone pengintai dan serang bersama seorang agen Shin Bet.
"Kami melihat mereka datang menggunakan dua atau tiga truk pikap yang sangat mirip dengan milik H*s. Mereka berlarian, menembaki warga sipil, membedah setiap bangunan, menjarah seluruh harta benda yang bisa mereka jangkau, lalu keluar membawa tumpukan barang jarahan dan membakar rumah tersebut," ujar perwira Angkatan Udara Israel kepada Haaretz.
Perwira tersebut menambahkan bahwa AU Israel menerima instruksi langsung untuk memberikan perlindungan udara (aerial protection) bagi milisi-milisi tersebut saat mereka beroperasi, untuk memastikan tentara bayaran kolaborator ini tidak tersentuh serangan perlawanan Palestina.
Laporan Haaretz menyingkap beberapa poin krusial mengenai eskalasi peran milisi bentukan Israel ini, seperti milisi ini tidak hanya dikerahkan untuk memburu anggota H*s, tetapi juga dipakai dalam operasi bersama IDF untuk mengusir warga sipil Palestina dari rumah-rumah mereka yang mencoba bertahan hidup di Gaza. Para milisi bersenjata bergerak bebas di dalam pos-pos militer Israel. Perwira Israel mengonfirmasi sering melihat anggota milisi bersenjata lalu-lalang di markas IDF. Bahkan pada Februari lalu, Otoritas Penyiaran Israel (Kan) membenarkan bahwa milisi kolaborator diizinkan berpartisipasi menggeledah warga Palestina di penyeberangan Rafah.
Investigasi Haaretz mengulas riwayat kelompok Yasser Abu Shabbab di Rafah, yang pada Juli 2025 secara terbuka mengakui di media resmi Israel bahwa kelompoknya menerima pasokan senjata dan dukungan dari IDF. Meski Abu Shabbab mati dibunuh rekannya sendiri pada awal Desember 2025, Haaretz menegaskan bahwa "proyek milisi Israel justru kian tumbuh dan meluas", terutama sejak kesepakatan penghentian serangan udara pada Oktober 2025.
Seorang perwira senior IDF mengakui bahwa struktur milisi ini sangat tidak mandiri dan artifisial. "Milisi-milisi ini tidak memiliki kapasitas untuk merebut kendali dari H*s. Tanpa perlindungan dan dukungan militer IDF, secara militer mereka tidak akan sang bertahan menghadapi perlawanan."
Laporan ini melengkapi bukti forensik dan spasial yang sebelumnya dirilis Forensic Architecture dan Drop Site News, membuktikan bahwa pendudukan Israel secara terstruktur menciptakan sistem warlordisme untuk memecah belah masyarakat Palestina, memfasilitasi penjarahan bantuan, dan menghapus jejak kejahatan genosida di bawah naungan kekuatan militernya.