Israel Lakukan Pencurian Organ, Penyiksaan dan Membakar
Israel Lakukan Pencurian Organ, Penyiksaan dan Membakar

Israel Lakukan Pencurian Organ, Penyiksaan dan Membakar

17 Oct 2025 - Berita

Kantor Media Pemerintah Gaza mengungkap detail mengerikan seputar pengembalian 120 jenazah Palestina yang diserahkan oleh pendudukan Israel. Kondisi jenazah digambarkan "sangat memprihatinkan" setelah ditemukan bukti jelas pencurian organ, bekas penyiksaan, luka bakar, dan eksekusi di lapangan.

Menurut pernyataan itu, banyak mayat yang kehilangan organ atau bagian utama, sehingga memicu tuduhan kuat bahwa Israel telah terlibat dalam pencurian organ.

Kantor tersebut juga mengutuk tindakan Israel yang sengaja menyembunyikan informasi mengenai identitas para korban, dan meminta Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk menekan pendudukan Israel agar mengungkapkan nama-nama martir yang jenazahnya dikembalikan.

Dr. Mohammed Zaqout, Direktur Jenderal Rumah Sakit di Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan kementerian sedang berjuang untuk mengidentifikasi para korban karena kondisi jenazah yang sangat parah.

"Kami menerima jenazah yang menunjukkan tanda-tanda tertimpa rantai tank, bukti jelas penyiksaan, dan bekas luka bakar," jelas Zaqout, seraya menambahkan bahwa baru enam dari 120 jenazah yang telah teridentifikasi sejauh ini.

Ia menambahkan bahwa kamar mayat rumah sakit hanya dapat mengawetkan jenazah selama sekitar seminggu, setelah itu baru boleh dimakamkan.

Dr. Munir al-Borsh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, menggambarkan kondisi para tahanan yang kembali sebagai “tidak manusiawi dan mengerikan.”

“Tangan mereka diikat seperti binatang, mata mereka ditutup matanya, dan tubuh mereka dipenuhi tanda-tanda penyiksaan brutal dan luka bakar yang mengungkap kejahatan yang dilakukan secara rahasia,” kata al-Borsh.

Ia lebih lanjut mengungkapkan bahwa jenazah-jenazah tersebut tidak dikubur di bawah tanah, melainkan disimpan selama berbulan-bulan di kamar mayat Israel, dan menekankan bahwa perlakuan seperti itu merupakan “kejahatan perang yang sesungguhnya” yang menuntut penyelidikan internasional segera dan akuntabilitas bagi mereka yang bertanggung jawab.

Pengungkapan yang mengejutkan ini telah memicu kemarahan di kalangan warga Palestina, yang memandang pengembalian jenazah-jenazah ini tidak hanya sebagai bukti pelanggaran Israel yang terus berlanjut, tetapi juga sebagai pengingat nyata kekejaman tersembunyi yang dilakukan terhadap para tawanan Gaza.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya