Israel Menembak Mati Anak Kecil, Mohammed Al-Hallaq
16 Feb 2026 - Berita
Seorang anak Palestina berusia sembilan tahun, Mohammed Bahjat Al-Hallaq, tewas ditembak oleh tentara Israel pada Kamis (16/10) malam di desa Al-Reihiya, selatan Al Khalil Hebron, ketika ia sedang bermain sepak bola bersama teman-temannya.
Menurut saksi mata, sebuah kendaraan militer Israel memasuki desa tersebut, dan seorang tentara turun, membidik, lalu menembakkan peluru yang mengenai sisi tubuh Mohammed dari jarak sekitar 150 meter. Video yang beredar menunjukkan tentara menembak anak yang tidak bersenjata itu secara langsung.
Ambulans yang dipanggil warga dilaporkan tertahan lebih dari 30 menit oleh pasukan Israel. Mohammed akhirnya tiba di Rumah Sakit Pemerintah Yatta dalam kondisi tak bernyawa akibat pendarahan hebat.
Keluarga korban menolak pengumuman “investigasi” dari pihak militer Israel. “Kami tidak butuh penyelidikan untuk tahu apa yang terjadi. Seorang tentara menembak anak kecil yang tidak menimbulkan ancaman,” kata pamannya.
Keesokan harinya, pasukan Israel kembali menyerbu Al-Reihiya, menginterogasi warga, memeriksa kamera pengawas, serta mencabut bendera Palestina dan foto Mohammed dari tenda berkabung.
Direktur Defense for Children International Palestine, Ayed Abu Qteish, menyebut insiden ini bagian dari pola kekerasan sistemik terhadap anak-anak Palestina. “Tentara Israel menembak untuk membunuh, bahkan ketika ada pilihan yang tidak mematikan,” ujarnya, menambahkan bahwa impunitas membuat kekerasan semacam ini terus berulang.
Data lembaga tersebut mencatat lebih dari 217 anak Palestina tewas di Tepi Barat sejak Oktober 2023, termasuk 42 anak sepanjang tahun ini. Lebih dari 360 anak lainnya ditahan, sebagian besar tanpa dakwaan.
Bagi keluarga dan teman-teman Mohammed di Sekolah Dasar Al-Reihiya, kursi kosong di kelasnya kini menjadi simbol kehilangan dan ketidakadilan yang menimpa generasi muda Palestina di wilayah pendudukan.