Krisis Air di Gaza Memburuk karena Pasokan Per Kapita Turun ke Tingkat Kritis
21 Apr 2026 - Berita
Menurut laporan lapangan, puluhan pengungsi Palestina mengantre berjam-jam di truk air di Gaza tengah, mengisi wadah-wadah kecil dan membawanya kembali ke tenda-tenda dalam upaya berulang untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Setiap truk membawa sekitar 10.000 liter, yang sering kali didistribusikan antara dua kamp yang masing-masing berpenduduk lebih dari 800 orang, sehingga setiap individu hanya mendapatkan kurang dari 10 liter per hari, jauh di bawah rekomendasi minimum global yaitu 50 hingga 100 liter.
Keruntuhan Pasokan dan Meningkatnya Risiko
Krisis ini dipicu oleh hancurnya sebagian besar sumur air dan infrastruktur. Sistem air Gaza, yang dulunya memasok sekitar 100.000 meter kubik per hari, kini hanya tersisa 35.000 meter kubik, menurut pejabat setempat.
Ketersediaan air per kapita telah turun dari sekitar 80 liter per hari sebelum perang menjadi kurang dari 10 liter, dan terkadang bahkan serendah dua liter.
Seluruh wilayah, termasuk Al-Nasr bagian barat, Kamp Shati bagian utara, Tel al-Hawa, dan sebagian Gaza tengah, mengalami pemadaman air yang hampir total akibat kerusakan infrastruktur, kepadatan penduduk, dan gangguan pada jalur pasokan eksternal.
Warga mengatakan air yang mereka terima seringkali tidak mencukupi. Seorang ayah dari tujuh anak mengatakan jumlah air yang ia ambil dari truk tidak cukup untuk seharian penuh, sementara yang lain melaporkan bergantung pada air yang tidak aman dan tidak disaring yang telah menyebabkan penyakit pada anak-anak.
Pengambilan air juga menjadi berbahaya. Pengemudi yang beroperasi di dekat posisi militer Israel berisiko ditembak atau menjadi sasaran, dengan insiden baru-baru ini termasuk pembunuhan seorang pengemudi dan saudara laki-lakinya saat melakukan pengiriman.
Darurat Kemanusiaan yang Berkepanjangan
Di daerah seperti Tel al-Hawa dan Khan Yunis, penduduk menghadapi kekurangan air yang parah atau bergantung pada pompa air tanah yang membutuhkan bahan bakar langka. Di zona pengungsian yang kekurangan jaringan air, satu pompa mungkin hanya beroperasi selama satu jam sehari untuk melayani ribuan orang.
Di beberapa kamp, keluarga hanya menerima sekitar 60 liter per hari untuk semua keperluan, sementara air minum hanya diantarkan oleh truk dua kali seminggu.
Seiring dengan kenaikan suhu dan peningkatan permintaan, keluarga-keluarga pengungsi terpaksa menjatah persediaan yang sudah tidak memadai, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius tentang dampak kesehatan dan kemanusiaan dari krisis yang sedang berlangsung.