Lebih 90 Hari Tanpa Azan: Israel Tutup Total Masjid Ibrahimi di Hebron Demi Perayaan Yahudi
23 Sep 2026 - Berita
(21/9) Otoritas Israel kembali menutup total Masjid Ibrahimi di Kota Tua Hebron, wilayah selatan Tepi Barat, selama dua hari berturut-turut dengan dalih perayaan hari raya Yahudi, Yom Kippur. Langkah ini melengkapi rekor kelam rezim pendudukan yang telah melarang kumandang azan di Masjid Ibrahimi selama 91 hari berturut-turut (setara dengan 455 waktu shalat).
Sejak dimulainya genosida Israel di Gaza, pengetatan militer di Hebron mencapai titik paling krusial, memicu penurunan jumlah jamaah Muslim hingga separuh dari kapasitas biasanya.
Direktur Masjid Ibrahimi, Sheikh Moatasem Abu Sneineh, menyingkap rentetan tindakan destruktif yang dilakukan militer Israel untuk menguasai situs suci umat Islam ini secara penuh.
Otoritas Israel mencabut wewenang Kementerian Wakaf Palestina dan Kotamadya Hebron, mengganti kunci seluruh ruangan dan makam di dalam kompleks masjid, serta menutup akses Pintu Timur dan pelataran utama.
Petugas, marbot, dan staf kementerian dilarang masuk, diintimidasi, diperiksa secara paksa, ditangkap, hingga mengalami penganiayaan fisik oleh tentara. Pasokan listrik dan air ke dalam masjid dikontrol secara sepihak oleh militer Israel, sementara seluruh aktivitas pemeliharaan dan renovasi bangunan dihentikan secara paksa.
Anggota Organisasi Pembela Hak Asasi Manusia di Hebron, Imad Abu Shamsiyya, mengonfirmasi bahwa penutupan Masjid Ibrahimi diiringi dengan pemberlakuan jam malam (curfew) ketat di seluruh kawasan Kota Tua Hebron. Lebih dari 700 keluarga Palestina dikurung di dalam rumah mereka dan dilarang melintas di jalanan. Empat sekolah di sekitar area Kota Tua dipaksa tutup, merampas hak pendidikan lebih dari 600 siswa-siswi.
Jalanan Kota Tua disulap menjadi markas militer tertutup untuk mengamankan pergerakan ribuan pemukim Yahudi ekstremis yang menggelar ritual di area masjid.
Ekskalasi ini membuktikan bahwa skema pembagian Masjid Ibrahimi sejak 1994, kini telah bergeser menjadi upaya penguasaan total (total annexation). Israel terus memanfaatkan momentum hari raya keagamaan untuk menghapus jejak keislaman dan merenggut kebebasan beragama warga Palestina di Tepi Barat.