Lonjakan Penyiksaan dan Kelaparan Tahanan Palestina
05 Aug 2026 - Berita
Kantor Media Asra (AMO) mendokumentasikan lonjakan tajam pelanggaran terhadap tahanan Palestina di dalam penjara-penjara Israel selama bulan Juli, termasuk penyiksaan, kelaparan, pengabaian medis, dan isolasi, seiring jumlah tahanan yang mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam sebuah makalah penelitian yang dirilis pada hari Selasa, AMO menyatakan bahwa jumlah tahanan telah mencapai 9.400 orang, termasuk 94 perempuan, 350 anak-anak, 3.244 tahanan administratif, dan 1.320 tahanan yang ditahan di bawah undang-undang apa yang disebut Israel sebagai "kombatan tidak sah" (unlawful combatant).
AMO menambahkan bahwa jumlah penangkapan sejak dimulainya agresi di Gaza telah melebihi 24.600 orang.
Makalah tersebut mendokumentasikan eskalasi tindakan represif di dalam penjara, termasuk penggerebekan blok tahanan, pemukulan, penggunaan peluru karet dan anjing pelacak, pengasingan (sel isolasi), serta penggeledahan yang menghinakan.
Disebutkan pula bahwa pelanggaran terhadap tahanan perempuan di Penjara Damon terus berlanjut di tengah meluasnya penyakit dan pengabaian medis. Makalah tersebut juga mendokumentasikan penyiksaan fisik dan seksual, terutama terhadap para tahanan dari Jalur Gaza.
AMO menjelaskan bahwa otoritas Israel terus melanjutkan kebijakan penahanan administratif, memperluas penggunaan undang-undang "kombatan tidak sah", serta menargetkan para pemimpin gerakan tahanan dengan pengasingan dan penganiayaan.
Pihak AMO juga memperingatkan tentang memburuknya kondisi kesehatan para tahanan yang sakit, terutama dokter yang ditahan, Hussam Abu Safiya.
Kesaksian dari para tahanan yang telah dibebaskan mengungkapkan bahwa mereka menjadi sasaran pemukulan, penghinaan, penyiksaan, dan penggeledahan telanjang sejak awal penangkapan. Praktik-praktik tersebut terus berlanjut selama interogasi dan pemindahan antarpenjara.
Kesaksian tersebut juga menunjukkan berlanjutnya kebijakan pembuatan kelaparan (starvation policy), buruknya kualitas makanan, perampasan pakaian serta perlengkapan kebersihan, dan pengurangan waktu di luar ruangan, yang semakin memperburuk kondisi hidup dan kesehatan para tahanan.
Makalah itu mencatat meluasnya penyakit kulit, khususnya kudis (skabies), di tengah penolakan pemberian pengobatan dan perawatan medis secara terus-menerus.
Laporan tersebut juga menyoroti interogasi yang keras, penganiayaan berulang, dan kondisi penahanan yang tidak manusiawi yang dihadapi oleh para tahanan Gaza.
AMO menyatakan bahwa dampak penyiksaan tidak terbatas pada kerusakan fisik, melainkan juga berdampak pada kerusakan psikologis, yang menyisakan trauma berkepanjangan, rasa takut, dan mimpi buruk bagi para tahanan.
Itu menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera bertindak guna menghentikan pelanggaran tersebut dan memastikan perlindungan bagi para tahanan Palestina.