Mahmoud Abbas Umumkan Pemilu Parlemen Palestina Digelar 1 November
04 Feb 2026 - Berita
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan bahwa pemilu parlemen Palestina akan dilaksanakan pada 1 November mendatang. Pemilu ini akan menjadi tonggak bersejarah karena untuk pertama kalinya rakyat Palestina akan memilih langsung wakil mereka melalui pemungutan suara.
Pengumuman tersebut disampaikan Abbas melalui sebuah dekrit presiden yang dirilis kantor berita Palestina, WAFA, pada Senin (2/2) waktu setempat, dan dikutip AFP pada Selasa (3/2/2026).
Dalam dekrit itu, Abbas menjelaskan bahwa pemilu ini bertujuan memilih langsung anggota Dewan Nasional Palestina (Palestinian National Council/PNC), lembaga legislatif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Abbas menegaskan bahwa pemilu akan diselenggarakan seluas mungkin, baik di dalam Palestina maupun di luar negeri, demi memastikan partisipasi maksimal rakyat Palestina di mana pun mereka berada.
“Pemilu akan diadakan di setiap tempat yang memungkinkan, di dalam dan di luar Palestina, untuk menjamin keterlibatan rakyat Palestina secara luas,” bunyi dekrit tersebut.
Dekrit itu juga menyebutkan bahwa sistem pemilu akan menggunakan perwakilan proporsional penuh, guna memastikan keterwakilan yang adil bagi seluruh elemen rakyat Palestina, termasuk perempuan, generasi muda, serta komunitas diaspora Palestina.
Abbas menambahkan bahwa seluruh proses pemilu akan berada di bawah pengawasan penuh Komisi Pemilihan Pusat Palestina, sebagai upaya menjamin transparansi dan integritas pemilihan.
Pemilu mendatang ini menandai perubahan besar dalam mekanisme PNC. Selama ini, anggota dewan tersebut tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan ditunjuk atau dipilih melalui mekanisme internal gerakan politik.
PNC sendiri telah lama berfungsi sebagai parlemen PLO, terutama selama masa pengasingan. Dewan ini secara historis didominasi oleh Fatah, gerakan politik yang dipimpin Abbas dan didirikan bersama pemimpin legendaris Palestina, Yasser Arafat, yang meninggal pada 2004.
Sementara itu, Hamas dan Jihad Islam Palestina hingga kini tidak memiliki perwakilan di Dewan Nasional Palestina.