Netanyahu dan Ribuan Warga ilegal Israel Terobos Masjid Al-Aqsa dan Dinding Buraq
22 Sep 2026 - Berita
(20/9) Menjelang perayaan Yahudi Yom Kippur (Hari Pengampunan), penjahat genosida Israel yang juga berstatus buronan Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) Netanyahu, bersama sejumlah menteri kabinet dan ribuan warga ilegal Israel melakukan penyerbuan skala besar ke area Kompleks Masjid Al-Aqsa dan Pelataran Dinding Buraq (Western Wall).
Pasukan pendudukan mengubah kawasan Kota Tua Al-Quds menjadi benteng militer tertutup. Mereka memperketat barikade, membatasi pergerakan warga sipil Palestina, dan memblokir akses ke Al-Aqsa demi mengamankan ritual Talmudik para warga ilegal Israel.
Didampingi istrinya, Sara, Netanyahu menerobos lorong-lorong penggalian di bawah Dinding Buraq untuk mengklaim bahwa lokasi tersebut adalah "batu fondasi keberadaan" bangsa Yahudi. Dengan gaya retorika ekspansionis, Netanyahu memamerkan narasi keagamaan, "Bangsa Romawi menghancurkan Bait Suci, tapi kami mengembalikannya. Kami di sini dan akan tetap di sini selamanya."
Sebanyak 570 warga ilegal Israel menyerbu masuk ke dalam pelataran Al-Aqsa sejak Ahad pagi di bawah pengawalan ketat polisi Israel. Mereka menari, menyanyikan lagu keagamaan, dan menggelar ritual Selichot di dekat Bab al-Rahma.
Sheikh Ekrema Sabri, Khatib Masjid Al-Aqsa, memperingatkan bahwa otoritas Israel sengaja memanfaatkan momen perayaan keagamaan sebagai kedok untuk memobilisasi massa, memperkuat skema pembagian waktu dan tempat (temporal and spatial division), serta mengusir warga Palestina dari Kota Tua.
Tindakan Netanyahu dan kelompok garis keras ekstremis ini menjadi bukti berlanjutnya upaya perusakan status quo sejarah demi memuluskan agenda Yahudisasi total di Al-Quds, di saat perhatian dunia sedang tertuju pada kejahatan genosida Israel di Jalur Gaza.