Pemuda Gaza Bangkit Pulihkan Fisik dan Mental di Gym Darurat
21 Sep 2026 - Berita
(17/9) Di antara puing-puing bangunan dan sisa-sisa peralatan fitness yang berhasil diselamatkan dari pemboman Israel, para pemuda di Kota Gaza kembali berlatih. Di dalam ruang gym yang dindingnya meremang bekas tembakan dan bom, suara besi berdenting berpadu dengan napas terengah-engah para pemuda yang berjuang mengembalikan vitalitas tubuh mereka yang sempat hancur akibat genosida, pengungsian, dan kelaparan yang disengaja oleh Israel.
Pasca genosida Israel yang melumat Gaza, fasilitas olahraga seperti gym kini bertransformasi menjadi ruang katarsis psikologis, sebuah Oase ketahanan jiwa (Sumud) para pemuda Gaza untuk melepaskan beban trauma berat dari kenyataan hidup yang terenggut.
Ibrahim Ghaban (25 tahun) menceritakan kisah pilunya. Sebelum genosida Israel, berat badannya mencapai 90 kg sebagai atlet sepak bola. Namun akibat kelaparan sistematis dan blokade makanan Israel, berat badannya menyusut drastis hingga tersisa 50 kg. Beliau kehilangan 40 kg massa otot dan fisiknya. Kini, beliau kembali berlatih untuk merebut kembali kesehatan serta memproses tekanan mental yang menghimpit.
Pelatih fitness Mustafa Aweida mengungkapkan bahwa peserta gym berkisar dari usia 16 hingga 60 tahun. Banyak di antara mereka adalah warga yang tinggal di kemah-kemah pengungsian. Datang ke gym selama satu jam menjadi satu-satunya pelarian sementara untuk menghirup udara segar, melepaskan energi negatif, dan lari dari trauma tenda pengungsian.
Yaman Zaqout (19 tahun) menyoroti tantangan berat yang dihadapi para atlet muda. Selain mahalnya biaya transportasi akibat jalanan yang hancur, harga suplemen dan makanan bergizi melonjak 3 hingga 5 kali lipat. Para pemuda terpaksa mengandalkan makanan seadanya seperti ikan kaleng (tuna) untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Muhammad Abu Harb, pemilik "Superman Gym", mengisahkan bagaimana gym lamanya hancur tertimbun puing. Beliau berhasil menggali dan mereparasi alat-alat fitness yang tersisa untuk membuka lokasi baru di dekat kamp pengungsian. Mengingat krisis ekonomi warga, beliau menetapkan biaya bulanan yang sangat murah (sekitar 70 Shekel / 23 USD), serta memberikan keringanan bagi anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu.
Meskipun peralatan gym yang digunakan berkarat, penuh bekas goresan peluru, dan minim fasilitas, semangat para pemuda Gaza untuk memulihkan tubuh dan jiwa mereka mempertegas bahwa semangat hidup dan ketahanan warga Palestina tidak akan pernah bisa dihancurkan oleh Israel.