Pemukim Ilegal Israel Meneror Warga Paletina di Taybeh

Pemukim Ilegal Israel Meneror Warga Paletina di Taybeh

21 Oct 2025 - Berita

Saat negosiasi damai antara Israel dan Hamas berlangsung, desa Kristen Taybeh di Tepi Barat menghadapi kenyataan pahit. Bagi 1.300 warganya, musim panen zaitun berubah menjadi musim ketakutan akibat serangan brutal milisi pemukim bersenjata.

Petani seperti Youssef Moussa diserang, dipukuli, dan dirampok ternaknya. Ambulans yang datang bahkan dihalangi tentara Israel. Kekerasan serupa terjadi di banyak wilayah Tepi Barat, pemukim membakar kebun, menyerang petani, dan menghancurkan rumah, sering dengan perlindungan tentara.

Aktivis menyebut kelompok-kelompok ini sebagai “milisi fasis” yang didukung negara. Di baliknya, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mendorong aneksasi besar-besaran, menolak negara Palestina, dan membatasi warga Palestina ke dalam enklave-enklave kecil. Pemerintah Barat hanya mengecam tanpa tindakan nyata, sementara kekerasan terus meningkat.

Meskipun Taybeh pernah dikunjungi pejabat AS dan Eropa setelah gerejanya dibakar, serangan pemukim tak berhenti. Rumah, kebun, dan tempat ibadah dibakar tanpa ada pelaku yang dihukum.

Organisasi HAM seperti B’Tselem menilai ini sebagai kebijakan pemindahan paksa yang melanggar hukum internasional dan setara dengan kejahatan perang. Tujuannya: mengosongkan tanah Palestina dan memperluas kontrol Israel.

Sementara perhatian dunia tertuju ke Gaza, pembersihan etnis di Tepi Barat berlangsung diam-diam. Rencana perdamaian AS terbaru pun mengabaikan hal ini, memperkuat posisi sayap kanan Israel.

Bagi warga Taybeh, pesan yang tersisa sederhana namun tragis:

“Kami dihapus dari peta. Mereka menginginkan tanah dan sejarah kami.”

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya