Sebisa Apa pun Israel Berusaha, Mereka Tak Bisa Hancurkan Kebahagiaan Warga Palestina di Gaza!

Sebisa Apa pun Israel Berusaha, Mereka Tak Bisa Hancurkan Kebahagiaan Warga Palestina di Gaza!

25 Sep 2026 - Opini

Oleh: Gregory Shupak


(25/9) Genosida Israel yang dilancarkan sejak 2023 telah membongkar skema kolonial yang jauh lebih mengerikan,upaya terstruktur untuk menghapus keindahan, cinta, dan kegembiraan warga Palestina di Jalur Gaza.


Pembantaian yang dilakukan Israel tak hanya menyerang secara fisik, tapi juga menyerang kepada ranah kebudayaan, estetika, akademis, dan sejarah bangsa Palestina.


Namun ada sesuatu yang terus muncul dari balik kehancuran itu, keinginan warga Palestina untuk tetap hidup sebagai sebuah bangsa yang terus hidup!


Seniman masih melukis. Musisi masih memainkan musik. Teater tetap dipentaskan. Anak-anak masih bermain sepak bola. Guru mendirikan ruang belajar seadanya dan anak-anak kembali belajar meski kelas mereka kini berada di dalam tenda.


Mereka masih bisa menikah, khatamkan quran, memanen buah, wisuda, hingga bermain. Semua terjadi, meski sangat terbatas.


Semua itu bukan berarti penderitaan mereka atas genosida Israel menjadi lebih ringan. Justru di situlah kontrasnya. Ketika begitu banyak ruang yang memungkinkan manusia menikmati kehidupan telah rusak atau hilang, warga Palestina tetap mencari cara menciptakan kembali ruang kehidupan dari apa pun yang masih mereka miliki.


Karena warga Palestina bukan hanya hidup dari tanah dan bangunan. Mereka juga hidup dalam lagu yang masih dimainkan, Dabke yang masih ditarikan, buku yang diselamatkan dari puing, kelas yang dibuka di dalam tenda, pertandingan bola di antara reruntuhan, karya yang kembali diciptakan, dan pernikahan yang tetap dirayakan.


Bangunan dapat dihancurkan Israel. Museum dapat menjadi puing pula. Perpustakaan dapat kehilangan raknya. Bahkan generasi dapat kehilangan seluruh ruang untuk bergembira.


Tapi selama belajar, berkarya, bermain, mencintai, menikah, menari, dan menjaga ingatan mereka terus mereka jaga, warga Palestina akan tetap hidup di Jalur Gaza, tak peduli seberapa besar upaya Israel untuk menghapusnya.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya