UNICEF: Setidaknya 300 Anak Tewas di Gaza dalam 300 Hari
07 Aug 2026 - Opini
“Ini setara dengan rata-rata satu anak setiap harinya, meskipun ada kesepakatan penangguhan operasi militer serta masuknya bantuan kemanusiaan dan penanggulangan secara penuh hampir 10 bulan yang lalu,” kata UNICEF dalam siaran persnya pada hari Kamis.
“Gencatan senjata yang masih menyebabkan rata-rata satu anak tewas setiap harinya adalah bentuk kegagalan bagi anak-anak,” ujar Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder.
“Dengan ratusan anak lainnya yang terluka, bahkan banyak yang mengalami luka berat, anak-anak di Gaza masih menunggu berhentinya kekerasan yang telah dijanjikan kepada mereka,” tambah Beigbeder.
“Keluarga-keluarga kini berjejal di sekitar sepertiga wilayah Jalur Gaza, berlindung dalam kondisi yang tidak aman di antara bangunan yang hancur, puing-puing, dan tumpukan limbah padat. Di seluruh Jalur Gaza, anak-anak terus menghadapi gizi buruk akut, penyakit, air yang tidak aman, dan sistem sanitasi yang rusak,” ungkap UNICEF.
“Pengumuman yang disampaikan dalam beberapa hari terakhir menetapkan peta jalan untuk tahap gencatan senjata berikutnya, termasuk langkah-langkah menuju penghentian permusuhan dan peningkatan bantuan kemanusiaan. Ini memberikan harapan baru dan kesempatan untuk akhirnya menghentikan pembunuhan anak-anak,” tutur Beigbeder.
“Bagi anak-anak di Gaza, tolak ukurnya sederhana. Apakah pembunuhan berhenti? Apakah bantuan sampai kepada mereka dalam skala besar? Apakah rumah sakit kembali dibuka dan air mengalir? Akankah anak-anak kembali ke sekolah dengan aman pada bulan September? Anak-anak telah mendengar janji-janji sebelumnya. Kali ini, kesepakatan harus diwujudkan menjadi tindakan nyata,” tegasnya.
UNICEF memanggil semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional, termasuk hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia.
“Mereka harus melindungi anak-anak, menjamin akses mereka terhadap barang dan layanan esensial, termasuk perawatan kesehatan, pendidikan, air bersih, dan makanan, serta mengizinkan dan memfasilitasi akses kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan bagi anak-anak yang membutuhkan,” tegas UNICEF.