Warga Gaza Ubah Panel Surya Jadi Sumber Penghidupan di Tengah Krisis Listrik Gaza

Warga Gaza Ubah Panel Surya Jadi Sumber Penghidupan di Tengah Krisis Listrik Gaza

02 Aug 2026 - Berita

(2/8) Krisis listrik yang parah di Jalur Gaza telah memaksa para pengungsi di Kamp Al-Mawasi, Khan Younis, untuk memutar otak demi bertahan hidup.


Di tengah blokade total Israel atas peralatan energi alternatif dan pemadaman listrik total, inisiatif mandiri berbasis energi surya (solar energy) kini berubah menjadi garis hidup sekaligus sumber penghasilan terbatas bagi warga yang kehilangan pekerjaan.


Seorang pengungsi Palestina yang terpaksa berpindah dari Kota Rafah menceritakan perjuangannya membawa satu-satunya panel surya yang beliau miliki di setiap tahapan pengungsian.


Panel surya tersebut dimanfaatkan untuk membuka pos pengisian daya (charging station) ponsel dan baterai di dalam tenda pengungsian Al-Mawasi, Khan Younis.


Beliau mengenakan tarif 1 Shekel (sekitar $0,32) per pengisian ponsel. Pendapatan harinya rata-rata hanya berkisar 20 Shekel (sekitar $6,5), jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga akibat lonjakan harga barang pokok yang luar biasa.


Usaha jasa pengisian daya ini tidak hanya memberikan hasil yang minim, tetapi juga membawa risiko finansial dan operasional yang sangat berat bagi pemiliknya. Sebab harga pengisi daya (charger) melonjak tinggi di pasar gelap, sementara nilai ponsel pelanggan bisa mencapai ribuan Shekel. Pemilik pos pengisian harus memantau perangkat secara konstan agar tidak terjadi kelebihan pengisian (overcharging) atau mendinginkan perangkat dari sengatan panas ekstrem di dalam tenda tanpa adanya kipas angin/listrik.


Banyak pelanggan yang tak memiliki uang tunai meminta untuk mengutang atau membayarnya sebagian. Demi menjaga hubungan baik dan solidaritas antarpengungsi, pemilik pos pengisian kerap menyetujui pembayaran tertunda hingga berhari-hari atau berminggu-minggu.


Bagi ratusan ribu pengungsi di Gaza Selatan, ponsel adalah satu-satunya sarana untuk memantau berita keselamatan, mencari bantuan kemanusiaan, serta berkomunikasi dengan sanak keluarga. Sebagian pengungsi terpaksa menghemat penggunaan daya ponsel agar satu kali pengisian bisa bertahan untuk satu hari penuh karena keterbatasan finansial.


Meskipun dihadapkan pada ancaman kerusakan alat dan hasil yang tak seberapa, inisiatif energi surya skala kecil ini menjadi cerminan nyata dari ketahanan (Sumud) warga Gaza dalam memanfaatkan sumber daya seadanya untuk bertahan hidup di bawah kepungan krisis energi yang berkepanjangan.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya