Warga Palestina di Wilayah-48 Desak Israel Atasi Teror
16 Feb 2026 - Berita
Ribuan warga Palestina yang hidup di Wilayah-48 dan menjadi warga negara Israel menggelar aksi protes di sejumlah kota pada Senin (10/2). Mereka menuntut pemerintah Israel bertindak lebih serius untuk hentikan gelombang kriminalitas di komunitas mereka.
Aksi ini berlangsung salah satunya di Sakhnin, kota mayoritas muslim di Wilayah-48. Proses turun ke jalan dipicu oleh meningkatnya teror bersenjata dan pembunuhan oleh pemukim ilegal yang selama ini dibiarkan tanpa penegakan hukum oleh penjajah Israel.
Banyak demonstran mengatakan kriminalitas yang dinormalisasi telah merusak kehidupan sosial dan ekonomi warga Palestina di Israel, memaksa beberapa pemilik usaha menutup toko mereka dan memilih mundur demi keselamatan keluarga.
Aksi protes yang awalnya terbatas di komunitas Arab itu menarik dukungan lebih luas dari masyarakat Israel secara keseluruhan, tak hanya muslim tapi juga yahudi. Mereka yang berada di Jaffa / Tel Aviv dan Al-Quds / Jerusalem juga bergerak menyerukan hal senada.
Aksi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan yang lebih luas di wilayah itu, di mana keputusan kabinet keamanan Israel baru-baru ini untuk memperluas pencurian tanah sekaligus penjajahan de facto di Tepi Barat yang memicu kecaman internasional dan kekhawatiran bahwa langkah itu akan mengikis prospek perdamaian.
Pemukimnya meneror, sedangkan tentaranya menculik. Kemarin (9/2) tentara Israel menculik hampir 60 warga Palestina, termasuk dua anak, dua wanita, dan puluhan pekerja sebagaimana dilaporkan DOP. Ini bagian dari serangan berkelanjutan yang melibatkan pembobolan rumah, penghancuran pintu, dan perusakan perabot serta barang-barang pribadi.
Desa yang menjadi target antara lain Al-Lubban, Al-Tireh, Al-Taybeh, kawasan industri di sepanjang Jalan Safa, serta di lingkungan Al-Baqa'a dan Al-Bayyadah di provinsi Hebron.
Para pengunjuk rasa mengatakan bahwa kondisi sosial ekonomi di komunitas Palestina di Israel semakin memburuk setelah genosida Gaza yang juga mengakibatkan tekanan ekonomi, pengurangan akses kerja, dan rasa tidak aman di banyak wilayah.
Pemerintah Israel sejauh ini belum mengumumkan langkah konkret baru sebagai respons kepada tuntutan demonstran terkait kriminalitas di komunitas Palestina dalam negeri, sementara konflik yang lebih luas di wilayah pendudukan terus menyumbang ketidakstabilan yang dirasakan warga sipil di kedua sisi.