Anak Muda Solo Belajar Perkuat Narasi Bela Palestina
17 Apr 2026 - Event
SMART Camp Solo hadir di Surakarta pada Minggu, 5 April lalu. Agenda yang dilaksanakan oleh komunitas anak muda Baik Berisik Solo dan SMART 171 ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam menarasikan isu palestina. Mereka laksanakan acara ini di Aula SMK Negeri 4 Surakarta.
Puluhan peserta hadir dari beragam latar belakang, ada dari mahasiswa, komunitas, SJP, sampai masyarakat umum. Semua bertujuan mengikuti rangkaian pembelajaran untuk memahami konteks, kondisi terkini, sampai strategi menghidupkan gerakan.
Hadir langsung ke Solo, Direktur SMART 171, Bu Maimon Herawati, memaparkan tentang sejarah penjajahan Israel di bumi Palestina. Bagaimana kondisi bermula, tentang mimpi Theodore Herzl membangun negara khusus yahudi tapi di atas tanah curian. Inilah yang dimaksud Zionisme. Runutan kejadian besar seperti kekalahan Ottoman, Deklarasi Balfour, Mandat Inggris, Nakba, dan berbagai perjanjian yang merugikan Palestina.
Ia tak sendiri, hadir pula Sarah Motiva, Manajer Edukasi SMART 171, yang menjelaskan materi tentang Prinsip, Narasi, dan Strategi Advokasi. Ia menyoroti bahwa advokasi sekarang butuh lebih dari sekadar empati. Empati warga Indonesia bagus, terbiasa gotong royong sejak zaman nenek moyang. Tapi untuk membela Palestina tak bisa hanya andalkan empati. Lantas ketika tak ada pemboman, kita lupa. “Tidak bisa begitu” paparnya. “Pesan kemanusiaan mesti dikemas dengan strategi komunikasi yang tepat, baru bisa menjangkau dan berdampak luas.”
Peserta tak hanya “dicekoki” materi, tapi mereka langsung diskusi intensif dan simulasi aksi sosial. Sebagaimana Maimon menjelaskan bahwa kita tak butuh demo banyak orang, biar sedikit asal konsisten dikerjakan dan dipublikasikan.
Salah satu peserta bilang, pendekatan SMART Camp terasa relevan dan aplikatif. “Bukan cuma dapat ilmu, kita tadi praktik bikin aksi bareng, mikir bareng juga di FGD. Jadi benar-benar kebayang apa yang bisa kita lakukan setelah pulang dari sini” ujarnya. Semua ini memperdalam pemahaman isu, sekaligus memacu peserta menyusun rencana aksi nyata secara mandiri, yang bisa mereka terapkan di komunitas masing-masing.
Smart Camp Solo sekaligus menjadi networking circle yang tempat peluang kolaborasi lahir. Suasana camp yang informal tapi tetap intens membuat interaksi terjadi di mana-mana, bukan cuma di ruang kelas, tapi juga di obrolan santai antar peserta.