Baik Berisik Bogor Gelar Pelatihan Anti-Propaganda Zionis Israel
12 Feb 2026 - Event
Bogor, 18 Januari 2026 – Baik Berisik Bogor bersama Bogor Student for Justice in Palestine menggelar Pelatihan Eksklusif bertajuk "Membongkar Zionisme dan Penguatan Kapasitas Bogor" di Aula Kementerian Agama Kota Bogor. Agenda ini dihadiri 30 pelajar dan mahasiswa sebagai bentuk resistensi terhadap upaya infiltrasi propaganda Zionis dalam sistem pendidikan Indonesia.
Pelatihan ini menjadi respons langsung atas pernyataan Rabi Israel-Amerika Yehuda Kaploun dalam konferensi pers yang dimuat Jerusalem Post. Kaploun secara terang-terangan mengungkapkan ambisi mempengaruhi bahkan mengubah kurikulum pendidikan Indonesia agar mendukung narasi Israel – sebuah ancaman nyata terhadap kedaulatan berpikir generasi muda Indonesia.
"Hari ini medan perang kita adalah kampanye narasi. Zionis menargetkan kemenangan melalui propaganda yang masif dan terstruktur. Pernyataan Rabi Kaploun bukan sekadar wacana, tetapi blueprint nyata infiltrasi ideologis," tegas Sarah Muthiah Widad, Manajer Edukasi dan Advokasi SMART 171 yang menjadi narasumber pelatihan.
Sarah menegaskan, upaya mempengaruhi kurikulum pendidikan merupakan strategi jangka panjang untuk menormalisasi narasi Zionis di tengah masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. "Jika kita tidak membangun benteng literasi kritis sejak dini, pelajar kita akan menjadi korban propaganda yang menghapus sejarah penjajahan dan genosida di Palestina," tambahnya.
Bogor memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi geopolitik. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan membedah propaganda, memahami akar sejarah kolonialisme Zionis, serta memperkuat narasi keadilan berbasis fakta dan kemanusiaan.
"Pelajar Bogor harus menjadi garda terdepan dalam melawan narasi yang merusak. Kami tidak akan membiarkan ruang berpikir kritis kami disusupi kepentingan asing yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kemerdekaan," ujar Zetta, perwakilan peserta pelatihan.
Agenda ini menjadi bagian dari kampanye edukasi masif untuk membentengi pelajar Indonesia dari upaya normalisasi Zionisme melalui jalur pendidikan, media, hingga diplomasi budaya.